Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang memantau jalannya pergerakan saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi:  Investor Daily/David Gita Roza

Pialang memantau jalannya pergerakan saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Selama Pandemi, Transaksi Investor Ritel Melonjak

Jumat, 14 Agustus 2020 | 10:53 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pandemi Covid-19 berpengaruh positif terhadap transaksi investor ritel di pasar modal. Sistem kerja dari rumah (work from home) dan keakraban dengan teknologi membuat jumlah transaksi harian investor ritel meningkat signifikan selama masa pandemi.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, sebelum pandemi Covid-19, investor yang aktif bertransaksi dalam satu hari mencapai 42-51 ribu investor. Namun, selama pandemi, jumlah investor ritel yang aktif bertransaksi mencapai 93 ribu hingga puncaknya mencapai 112 ribu pada 24 Juli 2020. "Pertumbuhan investor aktif yang melakukan transaksi harian meningkat 100% dibandingkan tahun lalu," kata dia dalam acara seminar virtual di Jakarta, Kamis (13/8).

Seiring dengan peningkatan investor yang aktif bertransaksi, nilai transaksi harian pun tercatat meningkat. Selama masa pandemi Covid-19, nilai transaksi harian tercatat stabil di level Rp 7,7 triliun per hari. Bahkan nilai transaksi harian sempat menembus angka Rp 9,3 triliun per hari pada Mei 2020.

Dengan peningkatan tersebut, frekuensi transaksi harian Indonesia tercatat tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Pada Mei 2020, frekuensi transaksi harian di bursa Indonesia mencapai 479 ribu kali atau lebih tinggi dari Thailand yang mencapai 404 ribu kali. Padahal pada 2017, Indonesia sempat kalah dari Thailand dengan menempati posisi nomor dua dengan 313 ribu kali transaksi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, jumlah transaksi dari investor domestik memang meningkat cukup signifikan. Kebijakan WFH dan keharusan menggunakan teknologi menjadi penyebab peningkatan transaksi tersebut. "Peningkatan transaksi dari investor ritel inilah yang mampu menahan kejatuhan di pasar modal," kata dia.

Sementara itu, apabila dilihat dari usia, investor milenial mendominasi transaksi domestik tersebut. Edukasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan self regulatory organization (SRO) yang lain bisa menjadi penyebab peningkatan tersebut.

Berdasarkan data KSEI, berkat adanya digitalisasi, jumlah investor di usia muda dan milenial memang bertambah. Per 30 Juni 2020, jumlah investor di bawah 30 tahun mencapai 45,74% dari jumlah penduduk. Sedangkan jumlah investor di usia 31-40 tahun berjumlah 24,57% dari total investor.

Sedangkan jumlah total investor di pasar modal pada Juni 2020 sudah mencapai 2,92 juta investor atau meningkat dibandingkan 2019 yang mencapai 2,48 juta investor. Penambahan investor paling banyak berasal dari investor reksadana dan obligasi, yakni dari 1,77 juta investor pada 2019 ke 2,19 juta investor pada Juni 2020. Sementara jumlah investor saham pada Juni 2020 tercatat baru 42,4% atau sekitar 1,23 juta investor.

Namun dilihat dari sebaran investor, jumlah investor pasar modal masih terpusat di Pulau Jawa, yakni sekitar 71,4% dari total investor pada Juni 2020. Sementara Pulau Sumatra hanya berkontribusi 15,57%, Kalimantan 4,9%, Sulawesi 3,58%, Bali, NTB dan NTT 3,3% serta Maluku dan Papua 1,24%.

Meski demikian, jumlah investor domestik terus mendominasi, yakni mencapai 99,09% dari total jumlah investor pada 30 Juni 2020. Begitu pula apabila dilihat jumlah investor individu dibandingkan institusi yang mencapai 98,94% dari total jumlah investor.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN