Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Adaro. Foto; IST

Gedung Adaro. Foto; IST

Siapkan US$ 200-300 Juta, Adaro Energy Bakal Hati-Hati Manfaatkan Belanja Modal

Rabu, 17 Februari 2021 | 11:57 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan menggunakan belanja modal (capital expenditure/capex) secara hati-hati sepanjang tahun 2021. Hal ini sebagai antisipasi ketidakpastian sepanjang tahun ini. Sedangkan total belanja modal yang disiapkan mencapai US$ 200-300 juta.

 

Sekretaris Perusahaan Adaro Energy Mahardika Putranto nengatakan, perseroan mengalokasikan belanja modal berkisar US$ 200-300 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pemeliharaan rutin dan pengembangan perusahaan. Hanya saja, penggunaan belanja modal akan dilaksanakan secara disiplin dengan memperhatikan perkembangan industri batu bara.

"Walaupun pemulihan ekonomi diperkirakan berdampak positif terhadap bisnis batu bara, perusahaan harus tetap berhati-hati dalam membelanjakan modal untuk mengantisipasi ketidakpastian," jelas dia dalam laporan aktivitas kuartalan yang diterbitkan pada Rabu, (17/2).

Dengan adanya belanja modal ini, Mahardika menambahkan, perseroan berharap merealisasikan earning before taxes, depreciation and amortization (EBITDA) berkisar US$ 750-900 juta. Sedangkan produksi batu bara ditargetkan sebanyak 52-54 juta ton. Target produksi ini relatif sama atau di bawah pencapaian tahun lalu.

Adaro Energy juga menargetkan nisbah kupas pada 2021 sebanyak 4,8x atau lebih tinggi dari pencapaian tahun 2020. Target ini mengikuti sekuens penambangan dan perusahaan harus mengupas lapisan penutup dengan volume yang lebih besar.

Tahun 2020, Adaro Energy mencatat total produksi batu bara sebesar 54,53 juta ton atau turun 6% dari realisasi tahun 2019. Volume penjualan batu bara perseroan juga turun 9% menjadi 54,14 juta ton, dibandingkan tahun lalu tahun 2019. Total pengupasan lapisan penutup pada 2020 mencapai 209,48 million bank cubic meter (Mbcm) atau turun 23% dari 2019. "Penurunan ini sejalan dengan panduan perusahaan untuk menurunkan nisbah kupas tahun tersebut,” ungkapnya.

Nisbah kupas Adaro Energy pada 2020 mencapai 3,84x atau di bawah panduan nisbah kupas yang ditetapkan sebesar 4,30x. Cuaca yang kurang baik di hampir sepanjang tahun merupakan tantangan bagi perusahaan untuk mencapai target nisbah kupasnya yang telah ditetapkan tersebut.

Perseroan mencatatkan pasar utama penjualan batu bara perseroan adlaah Indonesia dan Malaysia. Selain itu, terjadi peningkatan permintaan dari Thailand dan Vietnam, karena adanya operasi pembangkit listrik baru. Selain negara di kawasan Asia Tenggara, permintaan datang dari negara di Asia Timur, India dan Tiongkok dengna kontribusi ketiga negara tersebut masing-masing 25%, 13%, dan 12%.

Adapun hingga kuartal III-2020, Adaro mampu menghasilkan arus kas bebas yang solid sebesar US$ 482 juta hingga kuartal III-2020, naik 10% dibanding periode sama tahun lalu US$ 437 juta. Perseroan terus menerapkan efisiensi operasional dan memperkuat struktur permodalan di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi. Arus kas yang solid membuat posisi keuangan tetap sehat dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA operasional 12 bulan terakhir sebesar 0,29 kali, sedangkan rasio utang bersih terhadap ekuitas 0,07 kali.

Hingga akhir September 2020, tingkat likuiditas Adaro Energy tetap tinggi sebesar US$ 1,67 miliar, yang terdiri dari US$ 1,18 miliar kas, US$ 151 juta investasi lainnya, dan US$ 326 juta dalam bentuk komitmen fasilitas pinjaman yang belum terpakai. Utang berbunga mencapai US$ 1,6 miliar, atau naik 23% secara tahunan. Nilai itu termasuk surat utang US$ 750 juta yang diterbitkan pada Oktober 2019.

Adaro Energy menyerap belanja modal US$ 133 juta hingga kuartal III-2020, atau turun 63% dibanding periode sama tahun lalu. Belanja modal terutama digunakan untuk membeli dan mengganti alat berat serta pengembangan PT Adaro Metcoal Companies (AMC). Perseroan terus mengalokasikan modal secara strategis dan selektif selama pandemi.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN