Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teknisi XL Axiata mengecek BTS di Pondok Karya, Mampang, Jakarta, pascabanjir, Kamis (25-2). (IST)

Teknisi XL Axiata mengecek BTS di Pondok Karya, Mampang, Jakarta, pascabanjir, Kamis (25-2). (IST)

Sinyal Kuat Lonjakan Laba XL

Jumat, 5 Maret 2021 | 07:05 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Kinerja keuangan PT XL Axiata Tbk (EXCL) diproyeksi bertumbuh tahun ini dengan penopang utama adalah penjualan paket internet atau internet broadband. Sementara, keinginan perseroan merealisasikan merger dan akuisisi bakal menjadi sentimen penggerak harga saham EXCL dalam jangka pendek.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengungkapkan, XL kemungkinan mampu mencetak lonjakan laba bersih tahun ini, karena didukung oleh perluasan jaringan di luar Jawa. Wilayah tersebut diperkirakan sebagai penopang peningkatan kinerja keuangan dan tingkat profitabilitas.

“Kami melihat bahwa penawaran paket internet tetap menjadi penopang pertumbuhan keuntungan perseroan tahun ini. Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL, tapi target harga direvisi turun dari Rp 4.000 menjadi Rp 3.300,” tulis Niko dalam risetnya.

BTS XL AXiata di Yogyakarta. (IST)
BTS XL AXiata di Yogyakarta. (IST)

Penurunan target harga saham menggambarkan penurunan performa pendapatan perseroan pada kuartal terakhir tahun 2020, meski perseroan masih memiliki ruang untuk menaikkan pertumbuhan.

Sedangkan keinginan untuk merealisasikan merger dan akuisisi diperkirakan menjadi sentimen penggerak harga saham perseroan. Target harga tersebut telah mempertimbangkan perkiraan peningkatan laba bersih XL menjadi Rp 1,04 triliun tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 372 miliar.

Begitu juga dengan pendapatan diperkirakan meningkat dari Rp 26 triliun menjadi Rp 26,79 triliun.

Terkait realisasi kinerja keuangan XL tahun lalu, Niko menegaskan bahwa itu jauh di bawah target akibat depresiasi. Sedangkan perolehan pendapatan mencerminkan 100% dari target Danareksa Sekuritas.

Di Bawah Ekspektasi

Harga saham EXCL dalam satu dekade terakhir, prospek saham EXCL, dan kinerja kauangan EXCL.
Harga saham EXCL dalam satu dekade terakhir, prospek saham EXCL, dan kinerja kauangan EXCL.

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Lee Young Jun mengungkapkan, kinerja keuangan XL bakal tumbuh pesat tahun ini sejalan dengan perkiraan manajemen.

Sebelumnya, manajemen XL mematok capex tahun 2021 senilai Rp 7 triliun, margin EBITDA berkisar 50%, dan pertumbuhan pendapatan setara dengan pertumbuhan pasar.

Sedangkan kompetisi diperkirakan tetap berlangsung. Terkait kinerja keuangan tahun lalu, dia menegaskan bahwa itu jauh di bawah target Mirae atau hanya merefleksikan 25%, sedangkan dari konsensus analis hanya 19%. Laba bersih XL anjlok dari Rp 713 miliar menjadi Rp 372 miliar. Padahal, pendapatan perseroan naik dari Rp 25,13 triliun menjadi Rp 26 triliun.

Rendahnya realisasi laba bersih seiring keputusan manajemen untuk melakukan review atas estimasi umur manfaat aset tetap dengan mempercepat umur manfaat atas sebagian peralatan jaringan, terutama terkait dengan teknologi 3G. Hal ini membuat perseroan menorehkan nilai depresiasi sebesar Rp 12,43 triliun pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya Rp 7,33 triliun.

“Lonjakan depresiasi terjadi pada kuartal IV-2020 dari Rp 1,9 triliun menjadi Rp 5,03 triliun. Depresiasi tersebut membuat perseroan merugi Rp 1,7 triliun pada kuartal tersebut. Meski demikian, kami menilai bahwa depresiasi itu justru mendatangkan keuntungan bagi perseroan di kemudian hari,” tulis Young Jun dalam risetnya.

Depresiasi besar tersebut, menurut dia, justru berpotensi  mendongkrak keuntungan perseroan tahun ini. Hal ini mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham EXCL dari Rp 4.210 menjadi Rp 4.280 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut merefleksikan EV/EBITDA sekitar 4 kali tahun lalu.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan Mirae Asset Sekuritas terhadap peningkatan laba bersih XL menjadi Rp 1,07 triliun tahun 2021 dibandingkan raihan tahun lalu senilai Rp 372 miliar.

Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat menjadi Rp 27,75 triliun dibandingkan pencapaian tahun 2020 senilai Rp 26 triliun.

CEO XL Axiata Dian Siswarini. Sumber: BSTV.
CEO XL Axiata Dian Siswarini. Sumber: BSTV.

Sebelumnya, Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, perseroan melihat sejumlah peluang positif di industri telekomunikasi Indonesia. Salah satunya adalah kemungkinan terjadinya konsolidasi operator, dimana hal tersebut akan membawa dampak yang menyehatkan bagi industri telekomunikasi.

Selanjutnya, cara kerja digital, sekolah, dan kehidupan sehari-hari akan menciptakan permintaan data dalam jangka panjang.

“Peluang lainnya berupa peningkatan permintaan layanan fixed broadband (FTTH), dimana XL Axiata telah memiliki layanan XL Home dengan area layanan yang terus meningkat, serta sambungan yang terus bertambah. Terakhir, perseroan menilai adanya momentum kuat tahun ini untuk terus memperluas jaringan di luar Jawa sebagai investasi berkelanjutan,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN