Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu gerai Srmatfren. Foto: IST

Salah satu gerai Srmatfren. Foto: IST

Smartfren akan 'Rights Issue', Ini Rinciannya

Minggu, 24 Januari 2021 | 22:39 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan melepas sebanyak tujuh miliar saham. Perseroan juga akan menerbitkan waran sebesar 91,99 miliar unit.

Manajemen perseroan mengatakan, pihaknya berencana melakukan penawaran umum terbatas IV (PUT IV) kepada para pemegang saham sebanyak tujuh miliar saham biasa atas nama Seri C degan nilai nominal Rp 100 per saham.

“HMETD yang diterbitkan dalam PUT IV akan memberikan hak kepada para pemegang saham perseroan untuk membeli saham hasil pelaksanaan HMETD,” ungkap manajemen Smartfren Telecom dalam keterangan tertulis.

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan juga akan menerbitkan waran yang melekat pada saham hasil pelaksanaan HMETD, dengan ketentuan bahwa waran yang diterbitkan sebesar 91,99 miliar waran.

Aksi korporasi tersebut diperkirakan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi Perseroan dan entitas anak, yaitu antara lain memperbaiki struktur permodalan serta menambah kas untuk keperluan modal kerja.

Sementara dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut setelah dikurangi biaya emisi rencananya akan digunakan untuk pembiayaan pinjaman, modal kerja perseroan dan akan digunakan untuk entitas anak perseroan. 

Untuk diketahui, apabila para pemegang saham tidak melaksanakan HMETD dan waran, maka persentase kepemilikan sahamnya terhadap saham-saham perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 37,6%

Aksi korporasi tersebut akan dilakukan setelah perseroan memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencanannya akan diselenggarakan pada 2 Maret 2021. 

Capex

Sebagai informasi, tahun ini, Smartfren menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 250-300 juta. Adapun sumber pendanaan berasal dari kas internal dan juga pinjaman bank.

Direktur Keuangan Smartfren Telecom Antony Susilo mengatakan, Smartfren terus meningkatkan kualitas layanan, apalagi perseroan telah mendapat tambahan spektrum sebesar 10 MHz melalui lelang frekuensi 2,3 GHz pada akhir tahun lalu.

“Dengan tambahan spektrum ini, maka kualitas jaringan kita akan semakin bagus, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan internet Smartfren dengan lebih nyaman lagi,” jelas dia kepada Investor Daily.

Sementara itu, lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menjelaskan, industri telekomunikasi Indonesia membutuhkan investasi yang tinggi secara terus menerus agar tetap kompetitif, terutama karena jangkauan jaringan Smartfren masih tergolong terbatas dibandingkan tiga operator besar lain.

Fitch menilai, pengurangan investasi dapat mengakibatkan Smartfren menjadi tertinggal lebih jauh dibanding dengan kompetitor-kompetitornya yang lebih besar dan berdampak pada momentum pertumbuhannya, walaupun belanja modal pada dasarnya bersifat fleksibel.

Pada 10 Desember, Fitch mengafirmasi peringkat nasional jangka panjang Smartfren, yakni CCC+, dan menarik peringkat tersebut secara bersamaan dengan alasan komersial. Fitch menilai, peringkat Smartfren tetap dibatasi lantaran perseroan mendanai kegiatan operasional dan belanja modal dalam jangka menengah dengan bergantung pada pendanaan eksternal.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN