Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan LRT di depan Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/6/2021). Proyek LRT sudah 100% ditangani Indonesia. Keretanya diproduksi oleh PT INKA, pembangunan konstruksinya oleh PT Adhi Karya, dan pengoperasiannya oleh PT KAI. LRT akan mengintegrasikan transportasi massal di Jabodebek, dengan MRT, KRL, kereta bandara maupun bus Transjakarta. Foto: Investor Daily/Emral Firdiansyah

Pembangunan LRT di depan Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/6/2021). Proyek LRT sudah 100% ditangani Indonesia. Keretanya diproduksi oleh PT INKA, pembangunan konstruksinya oleh PT Adhi Karya, dan pengoperasiannya oleh PT KAI. LRT akan mengintegrasikan transportasi massal di Jabodebek, dengan MRT, KRL, kereta bandara maupun bus Transjakarta. Foto: Investor Daily/Emral Firdiansyah

Strategi Adhi Karya Mendongkrak Kinerja

Sabtu, 19 Juni 2021 | 04:32 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Strategi PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menjajaki pendanaan sebesar Rp 4,3 triliun dan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham anak usaha bisa berdampak positif ke depannya. Adapun pengerjaan proyek tol Solo-Yogyakarta diharapkan menjadi penopang utama kinerja perseroan tahun ini.

Analis Sinarmas Sekuritas Winson Pangestu mengungkapkan, Adhi Karya menjajaki pendanaan berupa pinjaman. Mayoritas dana tersebut akan dimanfaatkan untuk investasi.

“Kami memandang bahwa penambahan pinjaman ini masih wajar, karena rasio utang perseroan setelah utang tersebut masih di level 2,2 kali,” tulis dia dalam risetnya.

Adhi Karya berniat memanfaatkan sebanyak 70% pinjaman untuk investasi proyek tol Solo- Yogyakarta-NYIA Kulon Progo dan pengembangan SPAM Karian-Serpong. Sisanya dicadangan sebagai modal kerja untuk penyelesaian proyek-proyek yang sedang ditangani perseroan, seperti fase I LRT Jabodebek.

Pembangunan LRT di depan Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/6/2021). Proyek LRT sudah 100% ditangani Indonesia. Keretanya diproduksi oleh PT INKA, pembangunan konstruksinya oleh PT Adhi Karya, dan pengoperasiannya oleh PT KAI. LRT akan mengintegrasikan transportasi massal di Jabodebek, dengan MRT, KRL, kereta bandara maupun bus Transjakarta. Foto: Investor Daily/Emral Firdiansyah
Pembangunan LRT di depan Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/6/2021). Proyek LRT sudah 100% ditangani Indonesia. Keretanya diproduksi oleh PT INKA, pembangunan konstruksinya oleh PT Adhi Karya, dan pengoperasiannya oleh PT KAI. LRT akan mengintegrasikan transportasi massal di Jabodebek, dengan MRT, KRL, kereta bandara maupun bus Transjakarta. Foto: Investor Daily/Emral Firdiansyah

Winson juga memandang positif keinginan perseroan untuk intens berinvestasi pada pengembangan ruas tol dalam jangka pendek. Ruas tersebut nantinya didivestasi, jika harga jualnya sudah merefleksikan 1,2-1,3 PBV.

Di sisi lain, IPO saham PT Adhi Commuter Properti senilai Rp 1,7 triliun pada kuartal IV-2021 juga menambah dorongan bagi performa AdhiKarya. Aksi korporasi ini akan memperkuat neraca keuangan perseroan.

Mengenai kontrak baru Adhi Karya senilai Rp 3,6 triliun hingga April 2021, Winson menyebutkan bahwa itu telahmerefleksikan 15% dari target.

“Kami tetap optimistis bahwa perseroan mampu merealisasikan target kontrak baru tahun ini,” jelasnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham ADHI dengan target harga Rp 1.460. Target tersebut merefleksikan PBV sekitar 0,8 kali tahun ini. Target ini juga mempertimbangkan bahwa valuasi saham perseroan masih atraktif.

Adapun laba bersih Adhi Karya tahun ini diproyeksikan meningkat menjadi Rp 296 miliar dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 24 miliar.

Begitu juga dengan pendapatan perseroan diekspektasi meningkat dari Rp 10,82 triliun menjadi Rp 13,81 triliun.

Harga saham ADHI dalam satu dekade terakhir, prospek harga ADHI, dan kinerja keuangan Adhi Karya
Harga saham ADHI dalam satu dekade terakhir, prospek harga ADHI, dan kinerja keuangan Adhi Karya

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, pengerjaan ruas tol Solo-Yogyakarta telah mulai berkontribusi terhadap kinerja keuangan Adhi Karya pada kuartal I-2021. Pengerjaan proyek yang dimenangi perseroan pada September 2020 tersebut dimulai sejak awal tahun ini.

“Perseroan mendapatkan tambahan pendapatan senilai Rp 547 miliar dari pengerjaan proyek tol tersebut atau setara dengan 26% dari total pendapatan perseroan pada kuartal I-2021,” tulis Maria dalam risetnya.

Dengan pengerjaan yang masih berjalan, peningkatan pendapatan dari proyek tersebut diperkirakan berlanjut dalam beberapa kuartal ke depan, sesuai dengan progress proyek tersebut.

“Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ADHI dengan target harga Rp 1.600,” jelas dia.

Selain sumbangan proyek tersebut, Adhi Karya mulai menunjukkan pemulihan marjin keuntungan yang naik menjadi 15,7% pada kuartalI-2021 dibandingkan periodesama tahun lalu sebesar14,1%. Peningkatan tersebutdidukung oleh proyekpembangunan ruas tol Solo-Yogyakarta-New YogyakartaInternational Airport (NYIA) Kulonprogo.Mengenai peningkatan utang perseroan, menurutMaria, tercatat sebesar Rp 9,8 triliun hingga akhir Maret 2021 atau sama dengan posisi akhir 2020 yang senilai Rp 9,8 triliun.

Total utang tersebut menggambarkan DER sekitar 1,78kali dan ICR mencapai 1,36 kali. Sedangkan kas operasional perseroan negatif Rp 1,7 triliun.

Posisi negatif tersebut dipegnaruhi oleh pendanaan pembangunan tol Solo-Yogyakarta. Adhi Karya adalah pemegang 24% saham tol Solo-Yogyaperseroan  karta atau merefleksikan Rp 23,2 miliar dari nilai ekutias.

Perseroan melalui Perusahaan Air Indonesia Amerika (PAIA) juga tercatat sebagai pemegang 25% saham pengolahan air yang merefleksikan Rp 21,6 miliar nilai ekuitas hinggaMaret 2021.

Meski utang masih tinggi, Adhi Karya disebut berniat untuk mendivestasi aset tahun ini, karena aset investasi ruas tol Solo-Yogyakarta masih dalam konstruksi.

“Kami senang melihat kemajuan pengembangantol Solo-Yogyakarta, baik dari sisi pembebasan lahan dan konstruksi. Kami memperkirakan proyek ini bisa menjadi penopang kinerja keuangan perseroan dalam beberapa kuartal mendatang,” sebut Maria.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan target laba bersih Adhi Karya tahun ini sebesar Rp 433 miliar, melonjak dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 24 miliar. Pendapatan perseroan juga diperkirakan meningkat dari Rp 10,82 triliun menjadi Rp 13,99 triliun.

Proyek Adhi Karya. Foto: RUHT SEMIONO
Proyek Adhi Karya. Foto: RUHT SEMIONO

Sebelumnya, Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengatakan, terdapat sejumlah aksi penggalangan dana yang direncanakan Yogyaperseroan dan anak usaha pada tahun ini dan tahun depan. Hal tersebut mengingat kebutuhan dana ekspansi yang lumayan besar, termasuk untuk proyek pengembangan hunian di dekat stasiun light rail transit (LRT) Jabodebek.

“Kami berencana mendapat dukungan PMN yang dicairkan melalui rights issue pada 2022. Mudah-mudahan hal ini bisa dipenuhi supaya saham pemerintah tidak terdilusi atau tetap sebesar 51%,” jelas dia, belum lama ini.

Adhi Karya sebenarnya sempat berharap menerima PMN senilai Rp 3 triliun untuk tahun anggaran 2021. Namun, pemerintah memutuskan hanya 9 BUMN yang menerima PMN senilai total Rp 42,38 triliun.

Tahun lalu, manajemen Adhi Karya pernah menyatakan butuh tambahan modal sekitar Rp 6 triliun untuk pengembangan sejumlahproyek infrastruktur.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN