Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan Waskita Karya. Foto: IST

Salah satu kegiatan Waskita Karya. Foto: IST

Tahun Penuh Tantangan bagi Waskita Karya

Parluhutan Situmorang, Selasa, 21 April 2020 | 05:18 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemangkasan anggaran infrastruktur pemerintah yang kemudian dialihkan untuk stimulus fiskal menghadapi pandemi Covid-19 bakal menjadi tantangan bagi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tahun ini. Tantangan juga datang dari penundaan tender beberapa proyek swasta dan beban bunga.

Analis Sinarmas Sekuritas Anthony Angkawijaya mengungkapkan, tahun penuh tantangan bagi Waskita Karya tersebut mulai terlihat dari rendahnya pencapaian tahun 2019. Perolehan pendapatan perseroan sepanjang 2019 merefleksikan sekitar 92,9% dari target Sinarmas.

Sedangkan perolehan laba bersih merefleksikan 47,2% dari ekspektasi.

Selain itu, rasio utang (debt to equity ratio/DER) perseroan masih tinggi, yaitu mencapai 2,4 kali, sehingga beban bunga perseroan meningkat 47,2% pada 2019. Begitu juga dengan perolehan kontrak baru perseroan yang tidak sesuai harapan manajemen, Sinarmas Sekuritas, dan konsensus analis.

Anthony menambahkan, Waskita juga menghadapi sejumlah kendala tahun ini, seperti ekspektasi penurunan trafik kendaraan bermotor di sejumlah ruas tol yang dikelolanya.

Penurunan trafik tersebut sejalan dengan implementasi pembatasan sosial (social distancing) yang berimbas terhadap penurunan volume kendaraan di jalan bebas hambatan tersebut.

Waskita Karya juga bakal menghadapi penurunan jumlah kontrak baru akibat beberapa pemilik proyek kemungkinan menunda tender sejalan dengan pandemi Covid-19.

Salah satu kegiatan konstruksi Waskita Karya. Foto: Arief
Salah satu kegiatan konstruksi Waskita Karya. Foto: Arief

Begitu juga dengan beberapa proyek infrastruktur yang dibiayai pemerintah, kemungkinan mengalami penundaan tahun ini setelah anggaran infrastruktur senilai Rp 60 triliun dipangkas dan dialihkan untuk stimulus fiskal.

“Kami juga melihat bahwa besarnya rasio utang perseroan sebesar 2,4 kali bakal berimbas terhadap besarnya beban keuangan yang harus dikeluarkan perseroan tahun ini, apalagi di tengah nilai tukar rupiah yang melemah. Kondisi tersebut kemungkinan memaksa perseroan untuk menghentikan pembagian dividen tahun ini guna mendukung belanja modal,” tulis Anthony dalam risetnya, baru-baru ini.

Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas memangkas target kinerja keuangan Waskita Karya periode 2020-2022. Waskita Karya diperkirakan meraup kontrak baru tahun ini senilai Rp 24,75 triliun, lalu meningkat menjadi Rp 34,65 triliun pada 2021, dan naik menjadi Rp 38,11 triliun pada 2022.

Sinarmas Sekuritas merevisi turun target pendapatan Waskita Karya tahun 2020 dari Rp 40,69 triliun menjadi Rp 30,37 triliun. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih yang diturunkan dari Rp 1,07 triliun menjadi Rp 19 miliar.

Margin keuntungan bersih (net profit margin) perseroan juga diturunkan dari estimasi semula 2,6% menjadi 0,1%. Sedangkan perkiraan pendapatan tahun 2021 direvisi turun dari Rp 44,32 triliun menjadi Rp 34,78 triliun. Laba bersih juga direvisi turun dari Rp 1,37 triliun menjadi Rp 582 miliar.

Estimasi pendapatan Waskita tahun 2022 juga dipangkas dari Rp 48,62 triliun menjadi Rp 36,51 triliun. Laba bersih juga diturunkan dari Rp 1,74 triliun menjadi Rp 883 miliar.

Sejumlah faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk merevisi turun rekomendasi saham WSKT menjadi netral, dengan target harga Rp 640. Target harga tersebut telah mempertimbangkan dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap sejumlah proyek perseroan ke depan. Target harga tersebutmerefleksikan perkiraan PER sembilan kali.

Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi virus corona (Covid-19) di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: Waskita Karya.
Fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi virus corona (Covid-19) di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: Waskita Karya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan, Waskita Karya menerima pembayaran atas proyek jalan tol Jakarta- Cikampek II (Elevated) senilai Rp 6,2 triliun atau 51% dari total pembayaran yang disesuaikan dengan porsi atas kerja sama operasi dengan PT Acset Indonusa.

Pencairan proyek Jakarta- Cikampek II (Elevated) merupakan salah satu target penerimaan kas masuk dari proyek turnkey perseroan. “Tahun ini, Waskita menargetkan penerimaan pembayaran senilai Rp 10 triliun dari proyek yang dikerjakan dengan skema turnkey dan Rp 18,7 triliun dari proyek konstruksi lainnya,” katanya.

Terkait rencana perseroan tahun ini, Waskita Karya melalui anak usahanya, Waskita Toll Road, melanjutkan proses divestasi sejumlah ruas tol. Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan, perseroan akan menawarkan kepada para investor strategis empat ruas tol perseroan pada 2020. Ruas tol tersebut antara lain Kanci- Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pemalang-Probolinggo.

Herwidiakto mengakui tengah berdiskusi dengan sejumlah calon investor, baik domestik maupun lokal yang berminat mengakuisisi tol perseroan. Namun, pihaknya belum dapat menjelaskan detail para calon investor tersebut.

Adapun, Waskita Karya menargetkan perolehan nilai kontrak baru sekitar Rp 45-50 triliun tahun ini. Perseroan fokus mengincar pengerjaan berbagai proyek infrastruktur seperti jalan tol, bendungan, transmisi, serta pelabuhan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN