Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam peluncuran T-Hub di Bali, Jumat (21/1).

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam peluncuran T-Hub di Bali, Jumat (21/1).

Tak Mau Krasak-Krusuk, Ini Update Terbaru Soal Pembentukan Bursa Kripto

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:58 WIB
Lona Olavia

SEMINYAK, investor.id -  Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) saat ini tengah membentuk Bursa Kripto. Meski begitu, pihaknya tidak mau krasak-krusuk soal pembentukan bursa yang sempat molor pembentukannya dari akhir 2021 menjadi kuartal I-2022.

“Kita tidak mau krasak-krusuk. Kita mau kedepankan proses yang cermat dan komprehensif, sehingga bursa jadi bentuk ekosistem yang sehat. Saya tidak mau terlalu mengumbar janji, pokoknya (kehadiran Bursa Kripto) secepatnya,” ujarnya dalam pembukaan T-Hub di Bali, Jumat (21/1).

Pemerintah, jelas dia ingin meyakini nantinya dengan kehadiran Bursa Kripto dapat meminimalisasi resiko-resiko atau hal-hal yang bersifat negatif. Pasalnya, semuanya akan terintegrasi dengan satu kesatuan. “Semua akan melihat ke bursa sebagai instrumen utama. Jadi, tidak ada lagi tuh pedagang nakal, karena ada bursa bersama Bappebti yang akan mengatur. Karena perlindungan konsumen adalah hal yang paling utama,” tegas dia.

Baca juga: Asyik.. Bappebti Sudah Tetapkan Kantor Bursa Kripto

Setiap hari, tambah Jerry, Bappebti melakukan verifikasi dan validasi atas setiap token yang didaftarkan. Di mana, proses ini menurutnya harus dilakukan secara hati-hati. “Kita tidak mau konsumen beli token yang abal-abal yang tidak jelas. Per hari ini ada 229 aset kripto yang di-register ke Bappebti.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Tirta Karma Senjaya merinci, kehadiran Bursa Kripto nantinya akan paralel dengan kliring dan kustodiannya akan terbit bersamaan. “Dengan adanya bursa itu akan ada arbitrase sama seperti di saham dan bursa berjangka komoditi,” katanya.

Tirta sendiri saat ini mengatakan sudah melihat cek fisik untuk sistem aplikasinya. Di mana, semuanya sudah dalam tahap siap untuk terkoneksi baik itu untuk kliring, kustodian, dan calon pedagangnya.

Bappebti Kementerian Perdagangan sendiri baru-baru ini telah menetapkan kantor bagi pengembangan bursa kripto di Indonesia. Kantor tersebut berada di The City Tower Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pemilihan lokasi tersebut tidaklah mengherankan karena Digital Futures Exchange (DFX) memang beroperasional disana.

DFX sebagai bursa aset kripto di Indonesia, dikatakannya memang akan beroperasional pada kuartal I-2022. Adapun, saat ini pendirian bursa juga erat kaitannya dalam hal permodalan. Mengacu pada beleid yang disahkan pada awal tahun lalu tersebut, Bappebti menyatakan beberapa ketentuan teknis yang harus dipatuhi oleh pemain kripto. Di antaranya adanya bursa berjangka, pasar fisik aset kripto, lembaga kliring berjangka, pengelola tempat penyimpan aset kripto, pedagang fisik aset kripto harus memiliki modal Rp 1 triliun.

Baca juga: Selamat Datang Bursa Kripto

 ”Sebagai bursa berjangka seperti halnya ICDX dan JFX perlu modal Rp 100 miliar. Lalu sebagai bursa kripto harus jadi Rp 500 miliar dan 3 bulan kemudian harus jadi Rp 1 triliun,” sebutnya.

Sementara itu, kehadiran bursa kripto DFX sangat diperlukan, supaya fokus dalam pengawasan transaksi dan pelaporannya. Realisasi DFX menjadi semakin menarik lantaran Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang akan meregulasi bursa khusus untuk aset kripto. Apalagi saat ini teknologi yang berkembang terutama dalam transaksi aset kripto yaitu blockchain. Oleh karena itu, Bappebti memisahkan transaksi aset kripto dan komoditas meski kripto masuk komoditas. Hal ini juga untuk hindari peretasan.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN