Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lo Kheng Hong menjadi tamu di podcast Hermanto Tanoko. (Foto: Ist)

Lo Kheng Hong menjadi tamu di podcast Hermanto Tanoko. (Foto: Ist)

Tak Tergiur Saham Teknologi, Lo Kheng Hong: Saya Beli yang Untung dan Valuasinya Murah

Rabu, 22 Juni 2022 | 15:53 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Investor legendaris Lo Kheng Hong menegaskan dirinya tak akan pernah tergiur untuk membeli saham perusahaan teknologi dan digital.

Hal tersebut diungkapkan investor yang telah berkecimpung di pasar saham selama 33 tahun itu saat menjadi tamu dalam podcast konglomerat pemilik Cat Avian, Hermanto Tanoko yang ditayangkan di kanal YouTube pribadinya.

Advertisement

Baca juga: Ditanya Melesat Berapa Persen Investasinya di Saham, Lo Kheng Hong: 5.000 Kali Lipat

Awalnya, Hermanto Tanoko bertanya kepada Lo Kheng Hong, apakah benar-benar tak akan tergiur untuk membeli saham perusahaan teknologi.

“Dan, masa pandemi ini mulai tahun 2020 sampai saat ini, itu juga Pak Lo melakukan strategi yang sama, tidak tergiur dengan perusahaan-perusahaan teknologi, digital begitu kan ya Pak?” tanya Hermanto Tanoko dikutip Rabu (22/6/2022).

“Pasti gak tergiur,” tegas Pak Lo, sapaan akrab Lo Kheng Hong, menjawab.

“Tetap konsisten?” tanya Hermanto Tanoko melanjutkan.

“Saya gak bisa membeli perusahaan teknologi dan digital, kan perusahaan teknologi itu kan rugi Pak. Rugi dan valuasinya mahal sekali,” imbuh Lo Kheng Hong.

“Rugi besar dan sangat mahal,” lanjut Pak Lo.

Baca juga: Lo Kheng Hong Tambah Saham Gajah Tunggal (GJTL)

Pak Lo kembali menekankan bahwa sebagai seorang investor, dirinya hanya membeli saham perusahaan yang untung besar tapi dengan valuasi murah.

“Yang saya mau beli kan untung besar dan sangat murah,” jelas Pak Lo.

“Jadi gak mungkin beli (saham perusahaan digital),” tambah dia.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN