Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

TanamDuit-UOB Asset Management Tetap Optimistis IHSG 7.000 di 2021

Selasa, 13 April 2021 | 17:17 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Platform digital investasi Tanamduit tetap mempertahankan prediksinya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap bisa mencapai level barunya di 7.000 pada akhir tahun 2021. Prediksi senada juga dipatok oleh UOB Asset Management Indonesia, meski IHSG selama beberapa hari terakhir ini bergejolak hingga meninggalkan level psikologisnya di bawah 6.000.

Chief Economist Tanamduit Ferry Latuhihin mengatakan, penurunan IHSG dipicu oleh sentimen kekhawatiran akan distribusi dan ketersediaan vaksin, termasuk gelombang ketiga Covid-19. Namun, dia optimistis pemerintah Indonesia akan bisa menangani hal tersebut.

Diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat menyebut kemungkinan ketersediaan vaksin Covid-19 akan terganggu selama beberapa bulan ke depan. Ini terjadi karena sebagian negara yang jadi penghasil vaksin menerapkan embargo atau larangan ekspor.

Menurut Ferry, peluang kenaikan IHSG hingga ke posisi 7.000 ini sejalan dengan data ekonomi yang diperkirakan membaik. Prediksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh 7% year on year pada kuartal II-2021 dipandang sejumlah ekonom dan pelaku usaha sangat mungkin terjadi. Apalagi, realisasi kuartal II-2020 ekonomi Indonesia tumbuh kontraksi 5,32% yoy.

”Saya masih yakin, saya tidak ada alasan untuk ubah proyeksi saya bahwa indeks secara fundamental ada room ke 7.000. Market volatile itu biasa. Dari makro agregat akan terjadi akselerasi pertumbuhan ekonomi dan akan berdampak positif ke sentimen bisnis dan indeks konsumen di kuartal II. Jadi, ini saatnya untuk buy,” ujarnya, Senin (12/4).

Kenaikan IHSG, menurut Ferry akan didorong utamanya oleh sektor perbankan. Untuk itu, komitmen pemerintah dalam mitigasi resiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terkait restrukturisasi kredit akibat Covid-19 amat penting.

Prediksi Tanamduit atas kenaikan IHSG hingga level 7.000 tersebut juga didukung oleh inflasi yang dia perkirakan tidak akan terjadi pada tahun ini. Sebagaimana diketahui, inflasi merupakan salah satu hal yang ditakutkan oleh para investor di pasar saham.

Menurut Ferry, inflasi tidak akan terjadi pada tahun ini karena stimulus tambahan pemerintahan Joe Biden senilai US$ 1,9 triliun sebagian besar masih akan disimpan. Selain itu, tidak semua sektor akan langsung memberikan suplai meski ekonomi sudah berjalan kembali. Terlebih lagi, tingkat pengangguran di AS saat ini juga masih cukup tinggi, yakni di atas 6%.

Lebih lanjut, Ferry melihat kenaikan IHSG ini juga akan didorong oleh pelaku pasar yang mulai keluar dari pasar fixed income atau investasi surat utang dan beralih ke saham. Hal ini disebabkan oleh naiknya yield obligasi pemerintah AS sejalan dengan pemulihan ekonomi. 

Oleh karena itu, menurut Ferry saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli instrumen saham bagi investor yang memiliki horizon waktu investasi menengah maupun panjang (1-3 tahun).

Menurut dia, saat ini pasar saham sedang dalam posisi sideways. Investor masih melihat lagi apa yang akan terjadi ke depannya, tetapi juga tidak agresif jual. 

Chief Investment Officer UOB Asset Management Indonesia Albert Z Budiman menilai, aktivitas masyarakat yang mulai menggeliat, adanya digital banking, Pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja, hingga rencana merger Tokopedia-Gojek akan menjadi katalisator kenaikan IHSG.  

“Kalau Tokopedia-Gojek listing di Indonesia, maka tak ada alasan lagi untuk orang investasi di luar negeri. Ini akan jadi katalis utama dan investor luar akan masuk ke kita. Selain ke teknologi, investor juga akan spend ke bank, infrastruktur. Itu akan jadi katalis utama (IHSG) 2021 ke 7.000,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN