Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Berbagai produk Unilver di super market. BeritasatuPhoto/DEFRIZAL

Berbagai produk Unilver di super market. BeritasatuPhoto/DEFRIZAL

Tantangan Unilever Belum Berakhir

Sabtu, 26 Juni 2021 | 05:04 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) diperkirakan tetap menghadapi tantangan berat hingga akhir tahun ini karena masih rendahnya daya beli masyarakat. Tantangan juga datang dari perubahan pola konsumsi masyarakat di tengah berlanjutnya pandemi Covid-19.

Perseroan juga tengah menghadapi tantangan peningkatan harga komoditas yang bisa menekan margin keuntungan. Karena itu, Unilever Indonesia kemungkinan menerapkan sejumlah strategi efisiensi agar margin keuntungan bersih tetap bertahan di tengah kondisi kenaikan harga bahan baku.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin mengungkapkan, berlanjutnya tantangan bagi Unilever terlihat dari realisasi kinerja keuangan perseroan pada kuartal I-2021, seperti penurunan kinerja bisnis divisi perawatan rumah dan pribadi (HPC). Penurunan tersebut tidak sesuai ekspektasiatau di bawah perkiraan sejumlah analis.

Berdasarkan data, divisi HPC berkontraksi sekitar 12,6% pada kuartal I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu. Penjualan tersebut juga menunjukkan pelemahan hampir 4,8% dibandingkan kuartal IV-2020. Penurunan penjualan divisi HPC pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal IV-2020 mengecewakan sejumlah analis.

“Penurunan volume penjualan tersebut kemungkinan dipicu oleh perubahan perilaku pelanggan dengan mengurangi konsumsi sejumlah produk dalam kategori HPC,seperti perawatan kulit selama beraktivitas di rumah akibat pandemi,” tulis Mimi dalamrisetnya.

Dengan peningkatan kasus positif Covid-19 usai Lebaran, sulit kiranya bagi perseroan untuk mengangkat penjualan produk divisi HPC hingga akhir tahun ini. Meski terbuka peluang pemulihan pasar, trennya diperkirakan cenderung lebih lambat dibandingkan perkiraan semula.

Produk Unilever. Foto: dok. Investor Daily
Produk Unilever. Foto: dok. Investor Daily

“Pelonggaran aktivitas sosial sulit diwujudkan dalam beberapa pekan mendatang, mengingat peningkatan jumlah penduduk yang terinfeksi Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir,” jelas dia.

Sedangkan penjualan di divisi foods & refreshment (F&R) diperkirakan melanjutkan pemulihan pada kuartal II tahun ini. Pemulihan didukung oleh peningkatan permintaan dan penambahan produk yang dipasarkan perseroan, seperti es krim.

Tren perbaikan juga telah tercermin dalam laporan keuangan perseroan pada kuartal I-2021 dengan kenaikan penjualan sebesar 3,7% dibandingkan periode sama tahun lalu atau naik 3,3% dari kuartal IV-2020.

Selain berbagai faktor tersebut, Mimi memperkirakan bahwa tren peningkatan harga komoditas bisa menekan margin keuntungan perseroan,khususnya divisi HPC yang memanfaatkan minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan baku dasar pembuatan produk.

“Kami memperkirakan margin kotor perseroan turun menjadi 50,5% tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 52,3%. Sedangkan penurunan margin keuntungan bersih kemungkinan dapat ditekan lebih rendah melalui efisiensi biaya, khususnya memangkas biaya promosi,” sebut dia.

harga saham UNVR dalam satu dekade terakhgir, prospek UNVR, dan kinerja keuangan Unilever
harga saham UNVR dalam satu dekade terakhgir, prospek UNVR, dan kinerja keuangan Unilever

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk merevisi turun proyeksi kinerja keuangan Unilever Indonesia sepanjang 2021 dan 2022. Perkiraan lababersih tahun 2021 direvisiturun dari Rp 7,35 triliun menjadiRp 7,2 triliun.

Begitu jugadengan ekspektasi pendapatan dipangkas dari Rp 44,93 triliun menjadi Rp 43,88 triliun. Sedangkan estimasi kinerja keuangan tahun 2022 direvisiturun, seperti perkiraan laba bersih dipangkas dari semula Rp 8,33 triliun menjadi Rp 7,76 triliun. Perkiraan pendapatan tahun 2022 direvisi turun dari Rp 47,77 triliun menjadi Rp 45,6 triliun.

Penurunan target kinerja keuangan tersebut mendorong Mirae untuk merevisi turun re komendasi saham UNVR dari buy menjadi hold dengan target harga dipangkas menjadi Rp 5.650 dari semula Rp 7.200. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 29,9 kali.

Foto ilustrasi: Kantor Pusat PT Unilever Indonesia Tbk
Foto ilustrasi: Kantor Pusat PT Unilever Indonesia Tbk

Sebelumnya, analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto juga mengungkapkan, Unilever Indonesia masih menghadapi penurunan pendapatan dan laba bersih, meskipun margin kotor bisa dipertahankan dan efisiensi belanja operasional (opex) berlanjut. Penurunan tersebut masih dipengaruhi oleh berlanjutnya pandemi di dalam negeri.

“Laba bersih senilai Rp 1,7triliun pada kuartal I-2021 di bawah ekspektasi kami dan konsensus analis. Perolehan tersebut setara dengan 22,4%dari proyeksi kami dan 22,9% dari konsensus analis.

Angka tersebut juga di bawah pencapaiandalam 10 tahun terakhir,”tulis Natalia dalam risetnya. Meski demikian, Natalia  memilih untuk merevisi naik rekomendasi saham UNVR dari hold menjadi buy dengan target harga dipertahankan Rp 7.500. Revisi naik tersebut menggambarkan bawah performa saham UNVR tergolong atraktif dibandingkan saham perusahaan barang konsumsi lainnya.

Target harga tersebut juga menggambarkan besarnya rasio dividen perseroan dan ekspektasi kinerja keuangan lebih baik pada kuartal II tahun ini, yang sejalan dengan proyeksi perbaikan perekonomian nasional.

Adapun laba bersih Unilever Indonesia diperkirakan meningkat tahun ini menjadi Rp 7,58 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 7,16 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan bertumbuh dari Rp 42,97 triliun menjadi Rp 44,86 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN