Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT WIR Asia Tbk. Foto ilustrasi: Perseroan

PT WIR Asia Tbk. Foto ilustrasi: Perseroan

Target Harga Saham Fantastis, Se-prospektif Apa WIR Asia (WIRG)?

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:01 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Emiten teknologi terkini, PT WIR Asia Tbk (WIRG) menjanjikan prospek cerah sejalan dengan potensi bisnis metaverse yang masih besar. Riset terbaru RHB Sekuritas bahkan menyebut WIRG  dapat menjadi the next big things in internet.

Selain berpotensi menguasai pasar metaverse, WIR Asia juga berpeluang menjadi perusahaan teknologi augmented reality (AR) dan tiga dimensi terkemuka di Asean. Metaverse adalah dunia virtual dalam internet yang dibuat semirip mungkin seperti dunia nyata dan dapat dirasakan penggunanya.

"Peluang bisnis dari sektor ini akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh WIR Asia," tulis tim analis RHB Sekuritas dalam risetnya.

WIR Asia juga berpeluang besar seiring rencana pemerintah dalam membangun Metaverse Indonesia G20 Virtual Reality Nusantara. Dalam rencana ini, pemerintah akan melibatkan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti perbankan dan beberapa konglomerat.

Baca juga: Grup Salim Gandeng WIR Asia (WIRG) Garap Platform Metaverse

Secara teknis, RHB Sekuritas menggambarkan saham WIRG layaknya saham yang bergerak di bidang properti yang menjanjikan keuntungan jangka panjang dari hasil penjualan lahan di metaverse dan arus pendapatan berulang dari iklan, bagi hasil dari penyewa, serta in-game currency.

Sejauh ini, lima segmen usaha yang ada menghasilkan arus kas operasional sebanyak Rp 8-12 miliar, yakni dari isi ulang prabayar dan listrik melalui platform yang dimiliki Mind Store yang setara dengan 67,9% dari pendapatan. Kemudian, pengembangan perangkat lunak setara dengan 17,9%, iklan media digital yang setara dengan 5,8%, konsultasi merek 6,9% dan komisi platform sebesar 1,5%.

Adapun segmen yang menjadi pemasukan terbesar yakni pengembangan perangkat lunak dan konsultasi merek yang berkontribusi laba kotor terbesar 51,4% dan 30,4% terhadap total pendapatan WIRG.

Baca juga: Metaverse Jadi Ekonomi Baru, Perputaran Uang Bisa Capai US$ 3 Triliun

Untuk proyeksi keuangan WIRG, RHB memproyeksikan rata-rata pertumbuhan pendapatan 76% dari 2021 sampai dengan 2026, yang akan ditopang oleh industri AR yang terus berkembang dan memberikan ruang besar bagi perseroan untuk bertumbuh, baik dari segi periklanan maupun sektor edukasi untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan atau engagement.

Penjualan tanah di metaverse diprediksi berkontribusi sekitar 15-20% terhadap pendapatan, sedangkan sisanya didorong oleh pertumbuhan menghasilkan transaksi berbasis komisi dan pendapatan iklan serta bisnis DAV online to offline (O2O) platform multimedia di gerai Alfamart dan tempat umum lainnya.

RHB Sekuritas merekomendasikan beli saham WIRG dengan target harga Rp 1.900 atau terdiskon 60% dari rata-rata NAV pasar metaverse, 0,8 kali EV/penjualan untuk transaksi berbasis komisi, dan 3,6 kali EV/penjualan untuk proyek.

Pada perdagangan di BEI, Jumat (20/5/2022), WIRG ditutup menguat Rp 20 (2,6%) ke level Rp 770. Dengan demikian, WIRG masih berpotensi mencetak gain sebesar 147%.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan lonjakan laba bersih WIRG menjadi Rp 288 miliar tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu Rp 11 miliar. Pendapatan perseroan juga diprediksi melonjak menjadi Rp 1,81 triliun pada 2022 dibandingkan raihan tahun lalu Rp 751 miliar.

Baca juga: Metaverse, Dunia Virtual yang Digemari Gen Z

RHB Sekuritas juga memperkirakan laba bersih akan terus melanjutkan peningkatan dengan target menjadi Rp 746 miliar pada 2023 dan menjadi Rp 1,4 triliun pada 2024. Sedangkan pendapatan diperkirakan melonjak menjadi Rp 4,13 triliun pada 2023 dan Rp 6,6 triliun pada 2024.

“Adapun proyeksi ini bukan tanpa risiko. Bisnis WIRG dapat tertekan apabila penjualan lahan ternyata lebih rendah dari proyeksi dan tidak bisa menutupi investasi awal yang memakan biaya cukup besar, yakni sekitar Rp 80 miliar sampai Rp 100 miliar,” papar tim analis RHB.

JV dengan Grup Salim

Grup Salim dan WIR Asia (WIRG) membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) untuk mengembangkan platform metaverse.

Executive Director Grup Salim, Axton Salim mengatakan bahwa tantangan bisnis di era digital bukan hanya menuntut adanya sumber daya manusia (SDM) yang unggul, tapi juga dukungan teknologi tinggi untuk mampu bersaing di kancah domestik maupun global.

Nota kesepahaman kerja sama itu ditandatangani oleh Axton Salim dan Direktur Utama WIR Asia, Michael Budi Wirjatmo.

Baca juga: Citibank Proyeksi Total Pengguna Metaverse Bisa Capai 5 Miliar 

“Kami menilai kerja sama melalui joint venture dengan WIR Group akan memberikan kesempatan luar biasa bagi pengembangan bisnis korporasi di masa depan. Dengan mengadopsi platform metaverse, kami bisa menggali potensi dan peluang-peluang bisnis yang sebelumnya tidak terbayangkan,” kata Axton dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Michael Budi Wirjatmo menegaskan, pihaknya akan menghadirkan solusi teknologi terdepan, berdasarkan keahlian dan pengalaman perusahaan dalam pengembangan teknologi metaverse yang sudah diakui di banyak negara.

“Kami memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Artificial Intelligence (AI) yang dapat mendukung bisnis Salim Group memasuki era baru digital tanpa batas melalui teknologi metaverse yang kami kembangkan,” ujar Michael.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN