Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Donald Trump dan Xi Jinping. ( Foto: AFP )

Donald Trump dan Xi Jinping. ( Foto: AFP )

FOKUS PASAR:

Tensi Politik Antarpartai Meningkat Hingga Prediksi Kenaikan Harga CPO

Senin, 10 Agustus 2020 | 09:49 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Saling tuduh terjadi antara kedua partai Amerika Serikat, yakni Partai Republik dan Demokrat yang sedang berbeda pendapat mengenai kebijakan stimulus lanjutan terhadap masyarakat AS yang terdampak oleh pandemi. Hal ini menjadi tanda bahwa pemulihan ekonomi AS semakin melambat.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin menjelaskan negosiasi terkait pemberian stimulus lanjutan ini tampaknya menemui jalan buntu. Masalah ini berawal dari jumlah nilai stimulus yang ingin diberikan kepada masyarakat AS. Pada rencana ini Demokrat mengusulkan pemberian stimulus ini akan berjumlah US$ 3,5 triliun yang sebelumnya telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Mei lalu, namun dari sisi partai Republik tampaknya tidak menerima keputusan tersebut dengan mengajukan pemberian stimulus pada angka US$ 1 triliun.

Adapun Presiden AS Donald Trump mengatakan, apabila permasalahan ini tidak kunjung selesai dirinya berniat menggunakan otoritas kepresidenan untuk bertindak. Trump berencana memberikan dorongan kepada perekonomian dengan memberikan bantuan senilai US$300 per minggu kepada para masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, ditambah lagi US$100 dalam bentuk uang negara. Penggunaan dana tersebut akan dibatasi mencapai US$44 miliar.

Sebelumnya Trump telah menangguhkan pajak gaji dari September hingga akhir tahun untuk para pekerja yang memiliki penghasilan sebanyak US$8.000 sebulan yang akan memberikan kesempatan bagi para karyawan untuk mendapatkan uang lebih. Tidak hanya itu saja, Trump juga akan memberikan perintah untuk memberikan perlindungan terkait dengan penggusuran dan keringanan terkait dengan pinjaman mahasiswa.

PIlarmas Sekuritas menjelaskan data Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa penerima tunjangan pengangguran telah turun ke level terendah sejak pandemi dimulai, namun dengan klaim yang masih melebihi 1 juta setiap minggunya maka pasar tenaga kerja tampaknya akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih

“Sejauh ini kami menilai berbagai kebijakan yang diambil oleh Trump terkait stimulus untuk mendorong ekonomi saat ini sudah cukup adil bagi masyarakatnya. Lebih baik ada sesuatu yang harus diberikan daripada tidak ada sama sekali yang dapat diberikan kepada masyarakat Amerika,” papar Pilarmas dalam risetnya, Senin (10/8).

Sementara itu baru-baru ini pengangkutan kedelai dan mengurangi ketersediaan minyak nabati negara saat ini sedang terkendala seiring dengan musim penghujan yang melanda Tiongkok, PIlarmas Sekuritas menilai hal ini berpotensi meningkatkan impor minyak sawit sebagai alternatif dari keterbatasan persediaan.

PIhaknya mengatakan perayaan pertengahan musim gugur dan Golden Week pada Oktober mendatang dipercaya dapat menjaga  permintaan CPO pada September mendatang. Adapun saat ini impor minyak sawit Tiongkok masih mengalami kenaikan sepanjang kuartal kedua yang lalu setelah Tiongkok melakukan pelonggaran Lockdown.

Saat ini Impor minyak sawit Tiongkok tercatat naik 20% MoM pada Juni 2020, menjadi lebih dari 590 ribu ton. Sedangkan berdasarkan data Malaysian Palm Oil Council (MPOC) persediaan minyak sawit China pada Juni 2020 berada di posisi 482.900 ton, turun 36,1% secara YoY dan 8,3% dari bulan sebelumnya.

“Kami menilai sentimen tersebut dapat mendongkrak harga minyak untuk kembali menguat, hal ini tentunya menjadi hal yang diharapkan oleh pemerintah dimana ekspor kita diharapkan dapat terdampak dari naiknya permintaan tersebut,” pungkas PIlarmas,

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN