Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)

Terapkan Sejumlah Strategi, Austindo Jaga Kinerja di Tengah Pandemi Covid-19

Senin, 12 Oktober 2020 | 14:10 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id — PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menerapkan sejumlah strategi usaha guna meningkatkatkan bisnis perseroan di tengah kondisi ekonomi nasional yang masih wait and see. Saat ini, perseroan fokus menyelesaikan proyek berjalan.

Direktur keuangan Austindo Nusantara Jaya Lucas Kurniawan mengatakan, di tengah kondisi ekonomi saat ini, perseroan selalu melihat peluang untuk aksi korporasi maupun ekspansi bisnis. Aksi korporasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi makro ekonomi nasional, regional, dan global, perseroan memutuskan untuk wait and see untuk melakukannya.

“Kami saat ini sedang wait and see dulu dan memfokuskan penyelesaian proyek-proyek yang saat ini sedang berjalan sebagai strategi pertumbuhan di masa yang akan datang,” ujarnya kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Sehubungan dengan hal tersebut, perseroan telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) yang sebagian besar digunakan untuk pengembangan infrastruktur di perkebunan Papua Barat, penanaman kembali di perkebunan Pulau Belitung dan Sumatera Utara I, serta penambahan kapasitas pabrik CPO di Kalimantan Barat.

Secara rinci, serapan belanja modal untuk program utama tersebut adalah peremajaan kembali sejumlah US$ 7,2 juta, penambahan kapasitas pabrik CPO di Kalimantan sebanyak US$ 3,6 juta, dan anggaran pengembangan infrastruktur untuk perkebunan di Papua Barat sebesar US$ 30 juta.

“Program utama yang disebutkan perseroan tersebut masih berjalan sesuai rencana dan beberapa program utama, seperti penanaman kembali di perkebunan Sumatera Utara I akan terus dilanjutkan di tahun depan,” ujar dia.

Sumber pendanaan belanja modal tahun ini berasal dari dana internal dan pinjaman bank. Sementara untuk jumlah anggaran capex tahun ini manajemen enggan untuk menjawab dikarenakan ada beberapa proyek capex yang ditunda akibat kondisi ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

Adapun dalam menghadapai pandemi Covid-19, perseroan telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat di setiap unit usaha, hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penularan pada area bisnis perseroan. Selain itu, untuk mengantisipasi penurunan harga jual rata-rata CPO, perseroan melakukan efisiensi terhadap biaya operasional dan menunda belanja modal yang tidak bersifat strategis.

Sementara itu, perseroan menargetkan peningkatan penjualan di tahun 2020 seiring dengan naiknya volume penjulana dan harga jual rata-rata Crude Palm Oil (CPO) dibandingkan dengan tahun 2019. Namun, realisasi volume penjualan saat ini masih di bawah target disebabkan oleh realisasi volume produksi yang masih di bawah target sebagai dampak dari kekeringan panjang di tahun 2019.

Sebagai informasi, sampai saat ini sebanyak 98,5% pendapatan perseroan ditopang oleh penjualan dari bisnis kelapa sawit yang hingga kini kontribusi penjualannya masih sejalan dengan kontribusi di tahun lalu.

Pada Februari lalu, perseroan telah menandatangani perjanjian pemberian fasilitas pinjaman kepada entitas anak usahanya yakni PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais. Lucas menyampaikan bahwa fasilitas ini akan digunakan Austindo Nusantara untuk pembiayaan kegiatan operasional dan modal kerja.

Fasilitas pinjaman tersebut sebesar US$ 22 Juta dengan suku bunga LIBOR+2,5% per tahun. Kemudian, ketersediaan fasilitas pinjaman tersebut dimulai dari tanggal 3 Februari 2020 sampai dengan 2 Februari 2021 dan akan diperpanjang secara otomatis untuk satu tahun berikutnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN