Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Permata. Foto: Perseroan.

Bank Permata. Foto: Perseroan.

Tersandung Kasus Kredit Fiktif, Begini Arah Pergerakan Saham Bank Permata

Jumat, 14 Agustus 2020 | 20:45 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) bergerak fluktuatif setelah perseroan didera pemberitaan mengenai mantan direksinya yang tersandung kasus kredit fiktif. Fluktuasinya ini akan mencapai puncaknya pada publikasi laporan keuangan kuartal II-2020.

Analis PT Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, saham BNLI saat ini sudah mengalami rebound setelah sempat terkoreksi karena pemberitaan mengenai kredit fiktif. "Dalam jangka pendek, saham BNLI diperkirakan akan bergerak fluktuatif," jelas dia kepada Investor Daily, Jumat (14/8).

Adapun fluktuasi ini akan terus terjadi sampai penyampaian laporan keuangan perseroan per kuartal II-2020. Pasalnya, pada saat itu, investor akan melihat dampak kasus ini terhadap kinerja emiten. "Market akan melakukan adjustment setelah melihat dampak kasus kredit fiktif terhadap kinerja emiten," kata dia.

Menurut data RTI, dalam satu bulan terakhir, harga saham BNLI memang mengalami fluktuasi. Bahkan, pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2020, saham BNLI sempat menyentuh level Rp 1.260. Namun, pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2020, harga saham BNLI menguat 0,4% ke posisi Rp 1.265.

Head of Corporate Affairs Bank Permata Richele Maramis mengatakan, kasus kredit PT Megah Jaya Prima Lestari (MJPL) merupakan kasus kredit macet  lama  yang ada di Bank Permata. Kasus ini telah mengakibatkan  kerugian  signifikan bagi perseroan. "Atas kasus tersebut pemegang saham dan manajemen MJPL  telah dijatuhi hukuman pidana," jelas dia.

Richele melanjutkan, pihak berwajib sudah menangani kasus ini. Oleh karena itu, perseroan akan menghormati proses hukum yang berlangsung dan akan fokus menerapkan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.

Adapun kasus kredit fiktif ini terdaftar dalam Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 17 Juni 2020. MJPL mendapatkan pinjaman dari Bank Permata dengan memanfaatkan proyek fiktif. Sebanyak 11 oknum Bank Permata ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kredit fiktif tersebut.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN