Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perang dagang Amerika Serikat (AS) - Tiongkok. ( Foto ilustrasi: AFP / FILE )

Perang dagang Amerika Serikat (AS) - Tiongkok. ( Foto ilustrasi: AFP / FILE )

FOKUS PASAR:

Tiongkok Penuhi Kewajiban Pembelian Sesuai Perjanjian

Kamis, 13 Agustus 2020 | 09:38 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Penasihat Amerika Serikat, Larry Kudlow baru-baru ini menyatakan bahwa kesepakatan perdagangan AS dan Tiongkok saat ini berjalan baik. Hal ini tercermin dari sejumlah pembelian yang terus meningkat secara substansial. Tiongkok juga berjanji untuk terus meningkatkan pembelian terutama dalam hal komoditas.

 

Pilarmas Sekuritas mengatakan, berjalannya kesepakatan tersebut dapat meningkatkan optimisme pada pasar dalam fokus pemulihan ekonomi yang saat ini sedang berjalan akibat pandemi.

Sejauh ini harapan kepada Amerika dan Tiongkok untuk bekerja sama masih sangat terbuka lebar, hingga bulan Juni 2020, Tiongkok telah membeli hampir sekitar 23% dari total target pembelian di tahun 2020. Tentu hal tersebut yang juga meniupkan angin optimisme ke dalam pasar.

Adapun secara keseluruhan Tiongkok diharuskan membeli komoditas dengan nilai sebanyak US$130 miliar pada tahun ini untuk memenuhi persyaratan perjanjian tahap pertama.

“Memang kami melihat bahwa di tengah situasi dan kondisi yang hampir semua negara terkena dampak wabah virus corona, untuk mempercepat pemulihan perekonomian adalah dengan bekerja sama antara yang satu dengan yang lain. Sehingga pemulihan dapat berjalan diiringi dengan tingkat akselerasi yang cepat,” jelas Pilarmas dalam risetnya, Kamis (13/8).

Sementara itu rencana pemberian stimulus lanjutan yang sebelumnya ramai diperbincangkan nampaknya semakin alot, lantaran Menteri Keuangan Steven Mnuchin dikabarkan kembali menolak proposal stimulus yang dilakukan sebagai solusi dari kedua belah pihak dimana untuk menemukan jalan tengah dari antara kedua belah pihak.

Dengan adanya permasalahan ini menyebabkan pemerintah saat ini tertahan untuk mengeluarkan stimulus baru ditengah pandemi yang semakin menjadi di kawasan AS

“Karena poin terpenting dari proposal tersebut adalah mengenai tunjangan terhadap asuransi pengangguran, dan yang terpenting adalah bantuan terhadap negara negara bagian dan lokal,” papar Pilarmas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN