Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Indosat Tbk. Foto: Perseroan.

PT Indosat Tbk. Foto: Perseroan.

Tower Bersama, Sarana Menara, dan Telkom Minati Menara Indosat

Selasa, 23 Februari 2021 | 05:54 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom berminat untuk membeli 4.000 menara telekomunikasi milik PT Indosat Tbk (ISAT). Tiga emiten tersebut terus mengeksplorasi pengembangan bisnis menara melalui mekanisme akuisisi.

Chief Financial Officer (CFO) Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan, perseroan berminat ikut melakukan proses bidding. Namun, pihaknya belum dapat mengungkap detail proses tersebut lantaran confidential agreement. “Kalau soal prosedur dan timeline silakan ditanyakan ke Indosat,” kata dia kepada Investor Daily, Senin (22/2).

Jika proses penawaran tersebut memang berjalan, maka tahun ini berpotensi menjadi tahun yang sibuk bagi Tower Bersama. Sebab, perseroan juga punya rencana mengakuisisi 3.000 menara milik PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 3,97 triliun. Transaksi akuisisi menara Inti Bangun ditargetkan tuntas menjelang akhir kuartal I-2021.

Sementara itu, ketertarikan terhadap menara Indosat juga ditunjukkan oleh Telkom. Menurut Vice President Corporate Communications Telkom Pujo Pramono, Telkom beserta anak-anak usahanya, termasuk PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), senantiasa mengeksplorasi pengembangan bisnis secara anorganik. Perseroan terbuka untuk melakukan aksi korporasi yang memberi nilai tambah bagi perusahaan dan para pemegang saham.

“Perusahaan akan mengumumkan kepada publik apabila telah terjadi kesepakatan material atas aksi korporasi yang sedang berlangsung. Selain itu, semua langkah strategis yang diambil tentunya bertujuan untuk meningkatkan performa dan profitabilitas Telkom Group ke depan,” jelas dia.

Kompetisi dalam proses penawaran menara Indosat kemungkinan kembali diramaikan oleh emiten Grup Djarum, yakni Sarana Menara. Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Gifari mengatakan, strategi bisnis perseroan memang tumbuh dengan organik dan anorganik. “Jadi, kami selalu berusaha untuk mengevaluasi setiap kesempatan yang ada,” ujar dia.

Perolehan Dana

Seperti diketahui, Indosat telah mengumumkan akan melepas 4.000 menara dengan nilai transaksi yang cukup besar, sehingga masuk kategori material. Sebelumnya, Director & Chief Operating Officer Indosat Vikram Sinha mengatakan, pihaknya belum bisa merinci calon pembeli dan nilai divestasi aset tersebut karena masih tahap penjajakan awal.

Sebagai gambaran, Indosat pada 2019 menjual 3.100 menaranya kepada Mitratel dan PT Protelindo, anak usaha Sarana Menara. Tercatat sebanyak 2.100 menara dilepas kepada Mitratel, sedangkan 1.000 menara dilepas kepada Protelindo. Dari hasil penjualan 3.100 menara, tersebut perseroan meraih dana segar Rp 6,39 triliun.

Penjualan menara merupakan bagian dari upaya normalisasi Indosat. Hal ini berdampak terhadap kinerja perseroan secara signifikan. Pada 2019, Indosat membukukan laba bersih Rp 1,57 triliun, melonjak signifikan dari posisi rugi bersih 2018 sebesar Rp 2,4 triliun. Namun, Indosat mesti kembali mengalami rugi bersih pada 2020 sebesar Rp 716,7 miliar.

Adapun sebelumnya penjualan menara sempat terjadi pada 2012 ketika Indosat melepas 2.500 unit kepada Tower Bersama senilai US$ 519 juta. Dengan nilai tukar rupiah saat itu, penjualan menara mencapai Rp 4,76 triliun.

Sementara itu, analis RHB Sekuritas Michael Setjoadi memberikan gambaran potensi nilai transaksi divestasi menara Indosat dalam riset terbarunya. Jika merujuk transaksi pada 2019, maka transaksi tahun ini akan senilai Rp 8 triliun atau Rp 2 miliar per menara.

Pada 2019, perhitungan rasio kolokasi menara Indosat sebesar 1,9 kali dengan rata-rata harga pasar Rp 1-1,1 miliar per tenant. Selain menjual, Indosat juga melakukan perjanjian masa sewa kembali menara tersebut selama 10 tahun.

Perhitungan selanjutnya, apabila harga yang ditetapkan lebih murah dari transaksi 2019, maka nilai transaksi tahun ini berpotensi sekitar Rp 7 triliun. Menurut Michael, dengan nilai transaksi ini saja, net gearing Indosat bisa membaik menjadi 1,2 kali dari sebelumnya 2,3 kali. Bahkan, perseroan bisa mengantongi net profit setelah pajak Rp 5,4 triliun sebagai dampak transaksi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN