Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi.  Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Minat pemodal terhadap saham-saham baru di pasar perdana atau initial public offering (IPO) tetap tinggi. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Tren Aksi IPO Tetap Tumbuh

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:14 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Tren aksi penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham diproyeksikan semakin meningkat seiring dengan dukungan pemerintah di pasar modal dan banyak calon emiten yang akan melantai, terutama perusahaan teknologi.

Head of Equity Reaserch Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan, jumlah penggalangan dana IPO diharapkan tetap tinggi karena saat ini struktur ekonomi Indonesia sudah baik. Dengan banyaknya perusahaan baru yang melantai, maka tingkat atraktif dari indeks Indonesia semakin baik.

Ada pun varian baru Omicron dinilai tidak begitu mempengaruhi jalannya calon emiten untuk melantai di pasar modal selama fundamental emiten yang akan mencatatkan sahamnya tersebut mendukung dan kinerja bisnis yang dilakukan pun terstruktur jelas, serta harga yang ditawarkan kepada investor menarik.

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, manfaat yang diberikan dalam aksi IPO sangat banyak kepada perseroan. Sejauh ini, kinerja Bukalapak terus membaik seiring dengan top line dan bottom line yang mengalami pertumbuhan.

“Kami akan selalu meningkatkan kinerja perusahaan untuk terus mendapatkan kepercayaan dari investor. Selain itu, kami juga akan menggenjot komunikasi,” ujar Rachmat melalui webinar Zoom, Selasa (7/12).

Rachmat menambahkan, dengan melantainya Bukalapak di bursa, diharapakan perusahaan starup lainnya juga ikut mencatatkan sahamnya di pasar modal. Sebab, semakin banyak perusahaan teknologi yang melantai maka market nya pun akan semakin besar.

Untuk mendukung startup melantai, Mandiri Group yang terdiri dari Mandiri Capital Indonesia (MCI), PT Mandiri Sekuritas, dan Mandiri Institute meluncurkan startup IPO Whitepaper berjudul ‘The Billion Dollar Moment: A Paradigm Shift for Indonesian IPOs. Whitepaper ini terdiri dari 4 bagian besar, yaitu The Exit Landscape for Startups, IPO Specific Section, IPOs for Startups, and Policy Treatment for IPOs in Indonesia.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan menyampaikan, sektor IPO teknologi yang berkembang akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Melalui usulan kebijakan yang dituangkan dalam whitpaper ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar, terutama dalam pengembangan ekonomi digital dan juga dalam pendalaman keuangan Indonesia.

“Pada tahun ini banyak sekali emiten besar yang melakukan IPO terutama dari teknologi. Melihat dari level dunia banyak sekali driving force yang datang dari perusahaan2 teknologi. Oleh karena itu mandiri group membuat whitepaper,” ujar dia.

Bank Mandiri Group meyakini dengan hadirnya startup teknologi yang kuat dan dapat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) maka akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, terutama ekonomi digital. Hal ini sudah sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dan pemerintah Indonesia terkait dengan pengembangan teknologi digital.

Selain itu, beberapa startup teknologi yang besar juga merupakan bagian penting dalam mendukng pertumbuhan, UMKM Indonesia khususnya. Melalui IPO, diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan dan dukungan untuk mendorong startup berkembang lebih jauh lagi.

Sebagai informasi, sejak adanya peningkatan signifikan pada jumlah startup teknologi di Indonesia, merger and akuisisi (M&A) menjadi salah satu strategi exit yang paling sering digunakan. Melalui Startup IPO Whitepaper, Mandiri Group ingin menyampaikan bahwa IPO atau public listing juga merupakan salah satu strategi exit yang baik untuk dipertimbangkan.

Dalam Whitepaper IPO Mandiri Group juga dijelaskan, dampak positif yang diberikan kepada perekonomian Indonesia secara keseluruhan, jika Startup teknologi melakukan IPO di BEI adalah mendukung pertumbuhan PDB nasional, meningkatkan jumlah pajak penghasilan, mengurangi tingkat pengganguran, meningkatkan kompetisi dan inovasi di pasar Indonesia, serta meningkatkan penanaman modal asing.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN