Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adhi Karya. Foto: IST

Adhi Karya. Foto: IST

Tumbuh 34%, Adhi Karya Bukukan Kontrak Baru Rp 19,7 Triliun di 2020

Minggu, 24 Januari 2021 | 12:51 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan peningkatan kontrak baru sebanyak 34% menjadi Rp 19,7 triliun sepanjang 2020, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 14,7 triliun. Raihan tersebut menjadikan total kontrak yang dikerjakan (order book) perseroan sampai Desember 2020 mencapai Rp 49,2 triliun.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan, lini bisnis konstruksi dan energi menjadi penyumbang utama kontrak baru mencapai 93%. Sementara sisanya berasal dari lini bisnis properti 6% dan bisnis lainnya.Tipe proyek kontrak baru terbanyak berupa jembatan 56%, gedung sebesar 19%, MRT sebesar 7%, dan proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, dan proyek EPC sebesar 18%.

"Dilihat dari segmentasi kepemilikan, kontrak terbanyak berasal dari proyek pemerintah 44%, BUMN sebesar 11%, swasta sebesar 5%, dan investasi sebesar 40%," jelas dia dalam keterangan resmi akhir pekan lalu.

Belum lama ini, Adhi Karya menerima pembayaran proyek sebesar Rp 1,6 triliun. Pembayaran ini berasal dari pekerjaan proyek LRT Jabodebek Fase I senilai Rp 1,1 triliun dan pembayaran proyek jalan tol Banda Aceh-Sigli sebesar Rp 500 miliar.

Adhi Karya menerima pembayaran proyek LRT Jabodebek ketujuh pada 30 Desember 2020. Pembayaran ini berdasarkan progres pekerjaan dari Januari sampai Juni 2020. Secara keseluruhan, Adhi Karya telah menerima pembayaran pembangunan LRT Jabodebek sebesar Rp 13,3 triliun.

Sementara sampai 11 Desember 2020, progress pengerjaan proyek LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 80,7%. Adapun rinciannya adalah lintas pelayanan 1 Cawang-Cibubur sebesar 92,6%, lintas pelayanan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sebesar 77,7%, lintas pelayanan 3 Cawang-Bekasi Timur 88,9% dan Depo 33,2%.

Selain menerima pembayaran proyek LRT Jabodebek, Adhi Karya menerima pembayaran kedua untuk proyek Jalan Tol Banda Aceh-Sigli sebesar Rp 500 miliar dari PT Hutama Karya. Secara keseluruhan, Adhi Karya telah menerima pembayaran untuk proyek jalan tol tersebut sebesar Rp 2 triliun.

Hingga 25 November 2020, progres pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli telah mencapai 61,9%. Rincian progres pembangunan meliputi seksi 1 dengan panjang 26,5 km sebesar 30,3%, seksi 2 dengan panjang 8,6 km sebesar 62,3%, seksi 3 dengan panjang 13,6 km sebesar 99,3%, seksi 4 dengan panjang 14 km sebesar 100%, seksi 5 dengan panjang 7,6 km sebesar 24,2% dan seksi 6 dengan panjang 3,9 km sebesar 47,6%.

Tahun ini, Adhi Karya menargetkan peningkatan kontrak baru mencapai 20% dari proyeksi kontrak baru pada 2020 di kisaran Rp 20 triliun. Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi mengatakan penetapan target ini sejalan dengan perkembangan proyek infrastruktur pada 2021.

Adapun pertumbuhan kontrak baru pada 2021 akan didominasi oleh proyek pemerintah sebesar 70%. Sementara dilihat dari lini bisnis, masih akan didominasi oleh kontrak jasa konstruksi sebesar 80% dan sisanya dari bisnis energi EPC, beton pracetak, dan properti.

Dari sisi kinerja keuangan, Direktur Adhi Karya Agung Dharmawan mengatakan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 8,5 triliun pada September 2020, meningkat 53% dibandingkan Juni 2020 yang mencapai Rp 5,5 triliun. Laba bersih perseroan juga meningkat 123,2% dari Rp 6,9 miliar pada Juni 2020 menjadi Rp 15,6 miliar pada September 2020.

Agung mengungkapkan, Adhi Karya tampaknya masih belum bisa membukukan laba bersih tahun 2021 seperti pada 2019. Kendati demikian, pencapaian laba tahun ini diharapkan tetap meningkat dibandingkan 2020.

Untuk mendukung perolehan kinerja pada 2021, perseroan juga telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 2-3 triliun. Belanja modal ini akan digunakan untuk pengerjaan proyek di Jogja, Bawen dan kebutuhan lain, termasuk untuk anak usaha.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN