Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Foto: Perseroan.

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Foto: Perseroan.

Usai Rights Issue, Saham Pemerintah di Krakatau Steel (KRAS) bakal Susut 20% Jadi 60%

Rabu, 8 Juni 2022 | 08:48 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah akan mengawal pelaksanaan menerbitkan saham baru dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) semester II tahun ini. Dalam rights issue ini, partisipasi publik akan didorong hingga porsi kepemilikannya menjadi 40% dari saat ini hanya 20%. Sementara pemerintah mengikhlaskan dominasinya susut menjadi 60% dari semula 80%.

"Rights issue ini dipakai untuk dana pengembangan usaha yang akan terjadi tanpa partisipasi pemerintah, harapannya publik akan mengambil porsinya tanpa partisipasi pemerintah," kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam paparannya pada rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Advertisement

Baca juga: Garuda (GIAA) Rights Issue, Saham Pemerintah akan Tergerus Jadi 51% 

Selain KRAS, lima emiten BUMN berencana melakukan aksi korporasi rights issue pada semester II-2022. Kelima BUMN yang laini itu adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Sebelumnya diberitakan, KRAS berencana menerbitkan obligasi wajib konversi (OWK) seri B sebanyak-banyaknya Rp 800 miliar. Obligasi ini memiliki tenor sejak tanggal penerbitan OWK seri B hingga 30 Desember 2027, yang wajib dikonversi menjadi saham baru perseroan pada saat jatuh tempo, melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement.

Baca juga: Laba Bersih BUMN Melonjak Hampir 10 Kali Lipat, Erick Thohir Ungkap Pemicunya

“Sehubungan rencana transaksi, perseroan bermaksud meminta persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS yang rencananya diselenggarakan pada 8 Juli 2022,” jelas manajemen Krakatau Steel dalam keterangan tertulis, Kamis (2/6/2022).

Rencana penerbitan OWK seri B melalui mekanisme private placement ini sebenarnya telah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 29 Juli 2021. Namun, penarikan OWK seri B belum bisa dilakukan KRAS karena ada beberapa persyaratan yang belum disepakati antara perseroan dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai pelaksana investasi.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN