Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST

Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST

Vaksin Covid-19 dan Revisi Naik Laba Kalbe Farma

Jumat, 14 Agustus 2020 | 04:47 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) merupakan salah satu perusahaan yang diuntungkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih sehat, sehingga berdampak positif terh dan penjualan produk suplemen perseroan. Sedangkan pengembangan vaksin Covid-19 bersama Genexine Inc menjadi faktor pendongkrak keuntungan.

Berdasarkan hasil pertemuan dengan manajemen Kalbe Farma terungkap bahwa perseroan diuntungkan oleh peningkatan permintaan produk suplemen, vitamin, dan nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” tulis analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dalam risetnya, baru-baru ini.

Pertumbuhan perseroan juga akan didukung oleh fokus perseroan untuk memasarkan produk onkologi dan biosimilar yang diharapkan menjadi salah satu motor pertumbuhan kinerja keuangan pada masa mendatang.

Berdasarkan data penjualan kedua produk tersebut berkontribusi sebanyak 8% terhadap total pendapatan obat resep perseroan sepanjang semester I-2020. Angka tersebut setara dengan kontribusi sebesar 1,8% terhadap total penjualan perseroan. Posisi Kalbe Farma sebagai produsen dan distributor farmasi yang menyasar kalangan menengah dan menengah ke atas juga membawa sentiment positif terhadap peningkatan pendapatan ke depan.

Hal ini dapat dilihat ketika terjadi penurunan penjualan produk susu Zee untuk kelas menengah ke bawah, justru penjualan susu Morinaga dan Blackmores untuk kalangan menengah ke atas malah bertumbuh.

“Kami meyakini bahwa penjualan perseroan akan tetap bertumbuh,” jelas dia.

Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1
Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Terkait pengembangan vaksin Covid-19 bersama dengan perusahaan farmasi asal Korea Selatan, Genexine, membuka akses lebih luas bagi perseroan untuk produksi vaksin tersebut di dalam negeri pada tahun depan. Dengan kebutuhan vaksin sebanyak 350 juta di Indonesia, Kalbe Farma berpeluang dilibatkan pemerintah dalam program produksi vaksin di Indonesia.

Saat ini, kapasitas produksi vaksin perseroan mencapai 60-80 juta per tahun. Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target laba bersih Kalbe Farma menjadi Rp 2,7 triliun pada 2020 dibandingkan perkiraan semula Rp 2,52 triliun.

Sedangkan perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 24,21 triliun menjadi Rp 23,77 triliun. Revisi naik target laba bersih seiring dengan ekspektasi kenaikan margin keuntungan bersih dari 10,4% menjadi 11,4%.

Revisi naik target kinerja keuangan tersebut juga mendorong Danareksa Sekuritas untuk menaikkan target harga saham KLBF dari Rp 1.700 menjadi Rp 1.900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut juga menggambarkan kemampuan perseroan untuk menaikkan margin keuntungan di tengah tren gaya hidup masyarakat yang lebih sehat.

Sementara itu, analis Trimegah Sekuritas Darien Sanusi dan Heribertus Ariando mengungkapkan, tren pertumbuhan kinerja keuangan Kalbe Farma bakal berlanjut pada paruh kedua tahun ini. Tren ini ditopang oleh trafik kunjungan masyarakat ke rumah sakit yang kembali normal dan gaya hidup masyarakat yang lebih sehat akibat pandemi Covid-19.

“Saat ini, trafik kunjungan masyarakat ke rumah sakit kembali pulih dengan peningkatan mencapai 40-50% pada Juli dari level terendah beberapa bulan lalu akibat pandemi Covid-19. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap penjualan produk farmasi,” tulis Darien dan Heribertus dalam risetnya.

Mereka menyebutkan, sentimen positif terhadap Kalbe Farma juga datang dari pengembangan vaksin Covid-19 bersama Genexine dengan estimasi tuntas lebih cepat dari perkiraan semula. Produksi vaksin tersebut kemungkinan bisa dilakukan secara massal pada Agustus 2021 dibandingkan perkiraan semula pada awal 2022.

Kalbe Farma.
Kalbe Farma.

Kalbe Farma kemungkinan juga mendapatkan hak pendistribusian vaksin dan produksi tetap dipegang Genexine. Ditargetkan total produksi vaksin tersebut mencapai 50 juta unit pada 2021 dan diperkirakan melonjak menjadi 120 juta unit pada 2022.

Trimegah Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga direvisi naik dari Rp 1.600 menjadi Rp 1.800. Targ harga tersebut merefleksi- kan perkiraan PER sebesar 30 kali. Target harga tersebut juga mempertimbangkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 2,72 triliun pada 2020 dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 2,68 triliun. Pendapatan perseroan juga ditargetkan naik menjadi Rp 23,22 triliun dibandingkan pencapaian tahun 2019 senilai Rp 22,63 triliun.

Sementara itu, analis CIMB Sekuritas Gabriella Jessica Hidayat dan Patricia Gabriela dalam risetnya, menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 bakal ditemukan dalam jangka waktu 12 bulan. Hingga kini, sebanyak 163 institusi sedang mengembangkan vaksin Covid-19 dan lima vaksin sudah memasuki pengembangan tahap III, yang salah satunya sedang diujicoba ke masyarakat Indonesia bekerja sama dengan Biofarma.

Sedangkan Kalbe Farma bekerja sama dengan Genexine segera memasuki fase II pada September tahun ini, sehingga produksinya diperkirakan mulai semester II tahun 2021.

“Kami memperkirakan pemerintah mendukung produksi massal vaksin tersebut tahun depan dengan kebutuhan mencapai 360 juta dosis, sehingga hal ini menjadi peluang bagi perusahaan swasta, apalagi kapasitas produksi Biofarma hanya mencapai 250 juta dosis. Hal ini menjadikan Kalbe Farma sebagai perusahaan farmasi swasta yang paling berpeluang menjadi rekan pemerintah untuk memproduksi vaksin tersebut,” sebut Jessica dan Patricia.

CIMB Sekuritas menargetkan kinerja keuangan Kalbe Farma melonjak 16-58% pada 2021, sedangkan saham KLBF direkomendasikan add dengan target harga Rp 2.000.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN