Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat harga saham menggunakan monitor komputer di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor melihat harga saham menggunakan monitor komputer di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Wadaw! 20 Emiten Terkena Suspensi Gara-gara Nunggak 'Listing Fee'

Rabu, 24 Februari 2021 | 09:20 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor. id - Sebanyak 20 emiten terkena sanksi penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) di pasar reguler dan pasar tunai gara-gara  menunggak  biaya pencatatan saham alias listing fee.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan tenggat sampai 22 Februari 2021. Namun, sampai tenggat habis, ke-20 emiten tetap belum membayar listing fee. "Itu sebabnya, otoritas bursa memutuskan untuk memperpanjang suspensi yang diberlakukan sebelumnya," jelas BEI dalam pengumuman yang dirilis Rabu (24/2) pagi ini.

Menurut BEI, keputusan suspensi mengacu pada butir II.3 Peraturan Bursa Nomor I-H BEI tentang Sanksi. Berdasarkan beleid tersebut, jika perusahaan tercatat dikenai sanksi denda oleh otoritas bursa, denda  wajib disetor ke rekening bursa selambat-lambatnya 15 hari kalender terhitung sejak sanksi dijatuhkan.

"Apabila perusahaan tercatat bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut maka Bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan saham perusahaan tercatat di pasar reguler sampai dipenuhinya kewajiban pembayaran denda," papar BEI.

Dari 20 emiten, yang terkena sanksi suspensi, sebanyak delapan emiten terkena suspensi di pasar reguler dan tunai, sedangkan 12 emiten lainnya terkena suspensi di seluruh pasar.

 

8 Emiten yang Terkena Suspensi di Pasar Reguler dan Tunai:

1. CNKO - PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk.

2. ETWA - PT Eterindo Wahanatama Tbk.

3. GOLL - PT Golden Plantation Tbk.

4. JGLE - PT Graha Andrasenta Properindo Tbk.

5. KRAH - PT Grand Kartech Tbk.

6. MABA - PT Marga Abhinaya Abadi Tbk.

7. NUSA - PT Sinergi Megah Internusa Tbk.

8. SIMA - PT Siwani Makmur Tbk.

 

12 Emiten yang Terkena Suspensi di Seluruh Pasar:

1. ARMY - PT Armidian Karyatama Tbk.

2. COWL - PT Cowell Development Tbk.

3. ENVY - PT Envy Technologies Indonesia Tbk.

4. KBRI - PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk.

5. MTRA - PT Mitra Pemuda Tbk.

6. MYRX - PT Hanson International Tbk.

7. NIPS - PT Nipress Tbk.

8. RIMO - PT Rimo International Lestari Tbk.

9. SKYB - PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk.

10. SUGI - PT Sugih Energy Tbk.

11. TELE - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk.

12. TRAM - PT Trada Alam Minera Tbk.

 

Biaya Listing 

Setiap perusahaan tercatat wajib membayar listing fee saat awal pencatatan dan listing fee tahunan (annual listing fee). Ketentuan listing fee tercantum dalam Perubahan Peraturan BEI Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. Beleid ini berlaku sejak 27 Desember 2018.

Berdasarkan peraturan tersebut, listing fee awal untuk emiten yang melantai di papan utama ditetapkan Rp 1 juta untuk setiap kelipatan Rp 1 miliar dari nilai kapitalisasi saham dengan nilai minimal Rp 25 juta dan maksimal Rp 250 juta.

Untuk emiten di papan pengembangan, listing fee awal ditetapkan Rp 1 juta untuk setiap kelipatan Rp 1 miliar dari nilai kapitalisasi saham, dengan nilai minimal Rp 25 juta dan maksimal Rp 150 juta.

Adapun annual listing fee ditetapkan Rp 500 ribu untuk setiap kelipatan Rp 1 miliar dari jumlah nilai kapitalisasi saham terkini perusahaan tercatat, dengan ketentuan minimal Rp 50 juta dan maksimal Rp 250 juta. Dalam menghitung annual listing fee, kelipatan nilai kapitalisasi saham yang kurang dari Rp 1 miliar dibulatkan menjadi Rp 1 miliar.

Otoritas bursa mengatur secara terpisah listing fee emiten papan akselerasi, sebagaimana tertuang dalam Peraturan BEI Nomor I-V tentang Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham di Papan Akselerasi oleh Perusahaan Tercatat. Ketentuan ini berlaku sejak 22 Juli 2019.

Berdasarkan beleid tersebut, listing fee dan  annual listing fee  emiten  papan akselerasi ditetapkan seragam masing-masing  Rp 25 juta. Listing fee tambahan juga dikenai  Rp 25 juta per  aksi korporasi.

Selama pandemi Covid-19, BEI memberikan berbagai stimulus kepada emien dan calon emiten, salah satunya dalam bentuk diskon listing fee hingga 50%.

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN