Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Buyung Poetra, Foto: IST

Buyung Poetra, Foto: IST

Warung Makan Kembali Ngebul, Kinerja Buyung Poetra Tak Lagi Terpukul

Kamis, 4 Februari 2021 | 06:02 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Permintaan beras yang diyakini meningkat sejalan dengan membaiknya ekonomi nasional akan menopang kinerja keuangan PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) tahun ini. Adapun ekspansi usaha diharapkan menjadi faktor tambahan pendukung kinerja perseroan.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan mengungkapkan, penjualan bersih Buyung Poetra diproyeksikan meningkat, sejalan dengan mulai normalnya operasional hampir seluruh warung makan. Hal ini bisa memicu peningkatan konsumsi beras di pasar tradisional. Penurunan penjualan berasmelalui pasar tradisional menjadi penekan penjualan perseroan tahun lalu.

Berdasarkan hasil pemantauan, permintaan beras melalui pasar tradisional turun akibat banyak warung makan berhenti operasi sejak pemerintah daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membuat orang bekerja dari rumah.

“Kondisi warung makan seperti tahun lalu kemungkinan tidak terjadi lagi tahun ini. Bahkan, hampir seluruh warung makan telah kembali beroperasi normal, yang diharapkan berdampak pada peningkatan permintaan beras melalui pasar tradisional,” tulis Andy.

Salah satu pabrik PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI),
Salah satu pabrik PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI),

Selain faktor tersebut, ekspektasi kinerja keuangan Buyung Poetra bakal didukung oleh pertumbuhan peningkatan kapasitas produksi beras perseroan menjadi 75 ton per jam tahun ini dan diperkirakan meningkat menjadi 95 ton per jam pada 2022.

Buyung Poetra juga berniat menerapkan produksi bebas sampai dengan mendirikan pembangkit listrik di Sumatera Selatan. Pembangkit ini menggunakan sekam sebagai bahan bakar pembangkit berkapasitas 3 MW tersebut. Perseroan juga telah mendirikan anak usaha yang fokus pada produksi barang konsumsi berbahan baku beras.

Meski kondisi pasar cenderung membaik, Andy tetap memangkas target kinerja keuangan Buyung Poetra tahun 2021 dan 2022. Perkiraan laba bersih tahun ini diturunkan dari Rp 129 miliar menjadi Rp 72 miliar. Proyeksi pendapatan juga direvisi turun dari Rp 2,05 triliun menjadi Rp 1,36 triliun.

Pemangkasan sejalan dengan estimasi penurunan volume penjualan bersih perseroan dari 177,39 ribu ton menjadi 115,89 ribu ton. Begitu juga dengan estimasi penjualan perseroan tahun 2022 direvisi turun Rp 2,21 triliun menjadi Rp 1,54 triliun. Perkiraan laba bersih juga direvisi turun dari Rp 139 miliar menjadi Rp 87 miliar. Penurunan ini sejalan dengan perkiraan pelemahan penjualan beras perseroan dari perkiraan semula 190,99 ribu ton menjadi131,71 ribu ton.

Meski estimasi kinerja keuangan perseroan tahun 2021 dan 2022 direvisi turun, Mirae Asset Sekuritas justru merevisi naik target harga saham HOKI dari Rp 1.140 menjadi Rp 1.395. Kenaikan target harga tersebut menggambarkan diversifikasi bisnis yang diharapkan membuat kinerja keuangan perseroan stabil dalam jangka menengah dan panjang.

Buyung Poetra menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 15% pada 2021 dibandingkan target tahun lalu. Pertumbuhan akan direalisasikan dengan menerapkan strategi perluasan pasar dan peningkatan kapasitas produksi. Hingga kuartal III-2020, perseroan membukukan penurunan penjualan 23,6% menjadi Rp 936,57 miliar.

Laba bersih emiten produsen beras merek Topi Koki ini turun 62,46% menjadi Rp 28,59 miliar. Kinerja perseroan tersebut tertekan oleh pandemi Covid-19, dimana permintaan beras di pasar tradisional mengalami penurunan akibat adanya pembatasan sosial. Meski demikian, margin kotor perseroan mengalami kenaikan menjadi 12,1% pada kuartal III-2020 dibandingkan kuartal II-2020 sebesar 11,4%.

Belanja Modal

Beras Buyung Poetra. Foto: IST
Beras Buyung Poetra. Foto: IST

Tahun ini, Buyung Poetra menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 100 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan pabrik di Sumatera Selatan.

Pembangunan pabrik baru di Sumatera Selatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi perseroan. Rencananya pabrik ini memiliki kapasitas total 40 ton per jam dan akan selesai pada kuartal III-2021 untuk kapasitas 20 ton per jam.

“Untuk 20 ton per jam lagi akan dilanjutkan pada 2022,” kata Direktur Buyung Poetra Budiman Susilo, belum lama ini.

Dengan adanya ekspansi bisnis tersebut, maka pabrik di Sumatera Selatan akan meningkatkan kapasitas produksi total perseroan menjadi 75 ton per jam pada tahun 2021 dan bertambah lagi menjadi 95 ton per jam pada 2022.

Selain itu, belanja modal akan digunakan perseroan untuk penambahan mesin pengering di pabrik Subang, Jawa Barat. Mesin ini bertujuan untuk meningkatkan produksi gabah basah menjadi beras.

Lebih lanjut, perseroan telah mendirikan anak usaha baru, yakni PT Hoki Distribusi Niaga. Pendirian anak usaha ini bertujuan untuk mendukung produksi dan distribusi produk-produk baru perseroan di bidang barang konsumsi. Modal dasar dalam pendirian anak perusahaan tersebut sebesar Rp 500 juta, dengan komposisi kepemilikan Buyung Poetra Sembada sebesar 70%, Adi Wijaya sebesar 15%, dan Budiman Susilo sebesar 15%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN