Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Waskita Precast. Foto: B1photo/Danung

Waskita Precast. Foto: B1photo/Danung

Waskita Precast Dekati Perusahaan Malaysia

Senin, 20 Januari 2020 | 17:56 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) tengah menjajaki peluang kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan untuk mengejar sejumlah proyek di luar negeri.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengatakan, saat ini perseroan tengah menyusun memorandum of understanding (Mou) dengan perusahaan Malaysia. Kerja sama ini kelak akan berlanjut dengan joint operation pada proyek-proyek luar negeri.  

Salah satu proyek yang diincar perseroan adalah pekerjaan jalur light rail transit (LRT) di Filipina yang kini tengah dalam proses tender. Induk usaha perseroan, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berpartisipasi dalam tender tersebut.

“Untuk meningkatkan kinerja bisnis, perusahaan akan terus meningkatkan penjualan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar eksternal. Tentunya kami ingin porsi nilai kontrak eksternal meningkat,” jelas Jarot dalam keterangan resmi, Senin (20/1).

Sebagai informasi, Waskita Beton Precast menargetkan nilai kontrak baru sekitar Rp 11,9 triliun dan penjualan di atas Rp 10 triliun pada tahun ini. Sementara itu, perseroan berhasil mencapai target perolehan kontrak baru pada 2019 yang sebesar Rp 7,03 triliun.

Perolehan tersebut didukung oleh porsi kontrak eksternal sebesar 63,2% dibanding tahun 2018 yang sebesar 36%.

Jarot mengatakan, secara nilai, peningkatan kontrak eksternal mencapai 83,01% menjadi Rp 4,44 triliun pada 2019, dibanding tahun 2018 sebesar Rp 2,43 triliun.

Beberapa proyek eksternal yang telah diperoleh perseroan diantaranya proyek jalan tol Trans Sumatera, PLTGU Tambak Lorok, Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit (RU) V Pertamina Balikpapan yang merupakan kerjasama dengan Hyundai dan pembangunan apartemen Modernland, milik Modernland Group di Jakarta Garden City.

“Perseroan juga memperoleh pesanan produk tetrapod untuk proyek pengaman Pantai di Singapura senilai Rp 435 miliar,” jelas dia.

Adapun, beberapa proyek besar lainnya yang telah diperoleh perseroan sebelumnya antara lain jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) Seksi 2 dan 3, Apartement Tokyo Riverside, tol Pekanbaru-Dumai Seksi 6C, tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Ramp on & off, Bandara Kulonprogo, Bendungan Leuwikeris, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Addendum jalan tol Cibitung-Cilincing, dan lain sebagainya.

LRT Filipina

Sebelumnya, Direktur Pemasaran Waskita Beton Precast Agus Wantoro mengatakan, karena proyek LRT Filipina yang rencananya dibangun di kota Malolos ini lumayan besar, maka perseroan memprediksi butuh pembangunan pabrik ready mix dan precast baru di wilayah tersebut nantinya.

Dalam rancangan perseroan, kata Agus, pabrik ini akan berdiri di atas lahan seluas 7,5 hektar (ha) yang terdiri dari 5,5 ha stock yard dan 2 ha untuk bagunan pabrik. Setidaknya, pendirian pabrik membutuhkan waktu selama tiga hingga empat bulan. Nilai investasinya sekitar Rp 100 miliar. Sementara, pekerjaan jalur LRT Filipina diperkirakan membutuhkan waktu hingga 34 bulan.

Secara terpisah, analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta merekomendasikan akumulasi beli untuk saham WSBP dengan target harga Rp 372 per saham secara jangka menengah. Pihaknya menilai, prospek kinerja anak usaha BUMN tersebut masih positif didukung oleh sektor konstruksi dalam negeri yang kondusif.

“Waskita Beton Precast juga berinovasi dalam menciptakan berbagai produk baru beton pracetak dalam rangka meningkatkan kualitas produk maupun kuantitas perolehan kontraknya,” jelas dia.

Seperti diketahui, perseroan menjaga sinergi dengan Grup Waskita untuk proyek-proyek yang bersifat pengembangan bisnis, dan melakukan inovasi pengembangan produk baru, seperti tiang listrik beton, bantalan rel kereta api, serta spun pile diameter 1200 mm dengan panjang 50 meter.

Spun pile produksi perseroan ini merupakan produk pertama di Asia Tenggara. Perseroan juga terus mengembangkan produk lainnya yaitu precast gedung, dan façade, Tahun lalu, kapasitas produksi precast perseroan telah mencapai 3,7 juta ton per tahun, dan bakal menjadi 4 juta ton pada 2020. 

Editor : Elly Rahmawati (ely_rahmawati@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN