Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) saat melaksanakan company visit ke Bursa Efek Indonesia (BEI), baru-baru ini. (Foto: Waskita Karya)

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) saat melaksanakan company visit ke Bursa Efek Indonesia (BEI), baru-baru ini. (Foto: Waskita Karya)

Waskita (WSKT) Gelar Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk, Ini Ada Info Teranyar!

Senin, 9 Mei 2022 | 16:51 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melangsungkan penawaran umum obligasi IV dan sukuk mudharabah I tahun 2022 senilai total Rp 3,28 triliun. Adapun PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) yang sebelumnya secara bersama-sama menjamin obligasi dan sukuk Waskita, kini hanya menjamin sukuk.

Corporate Secretary Waskita Karya Novianto menjelaskan bahwa perubahan penjaminan tersebut karena PII hanya meng-cover penjaminan yang terserap penuh (oversubscribed), dalam hal ini adalah sukuk. Sedangkan obligasi tidak dijamin PII, lantaran tidak terserap penuh.

Berkaca dari proses penawaran awal (bookbuilding) penerbitan obligasi IV dan sukuk mudharabah I pada April lalu, bookbuilding Waskita tersebut berhasil menembus Rp 3,28 triliun, dimana porsi sukuk telah oversubscribed.

Baca juga: Restrukturisasi Anak Usaha Segera Tuntas, Market Cap Waskita (WSKT) Diyakini Tumbuh 2 Kali Lipat

Karena itu, untuk obligasi, lanjut Novianto, akan dijamin oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan. “Tapi, pada intinya sama-sama dijamin pemerintah. Bedanya, PII sebelumnya secara bersama-sama meng-cover obligasi dan sukuk, sekarang PII meng-cover sukuk saja,” jelas Novianto kepada Investor Daily, Senin (9/5/2022).

Sementara itu, berdasarkan prospektus teranyar yang diumumkan perseroan di koran Investor Daily, manajemen WSKT menawarkan obligasi dalam dua seri. Untuk seri A, jumlah pokok yang ditawarkan sebesar Rp 658 miliar dengan tingkat bunga 6,65% per tahun dan jangka waktu lima tahun.

Sedangkan seri B, jumlah pokok yang ditawarkan Rp 1,4 triliun. Obligasi tersebut memiliki tingkat bunga 7,55% per tahun dengan jangka waktu tujuh tahun.

Baca juga: INA Teken Perjanjian Investasi dengan Hutama Karya dan Waskita (WSKT) Bernilai Rp 39 Triliun

Emiten konstruksi pelat merah ini menawarkan obligasi dengan nilai 100% dari jumlah pokok dan bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sesuai tanggal pembayaran bunga obligasi.

Untuk bunga obligasi pertama, WSKT berencana akan membayarnya pada 12 Agustus 2022. Sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi seri A dibayarkan pada 12 Mei 2027 dan obligasi seri B dibayarkan pada 12 Mei 2029.

Selain menawarkan obligasi, pada aksi himpun dana tersebut, WSKT juga menawarkan sukuk mudharabah I tahun 2022 sebesar Rp 2,1 triliun dengan pilihan penawaran seri A dan B.

Dana sukuk mudharabah seri A ditawarkan sebesar Rp 383 miliar dengan besaran nisbah sebesar 19,766% dari indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 6,65% per tahun. Jangka waktunya selama lima tahun.

Baca juga: Waskita Beton (WSBP) Optimis Kinerja Pulih Pasca Restrukturisasi Keuangan

Kemudian, sukuk mudharabah seri B ditawarkan sebesar Rp 765 miliar dengan besaran nisbah 22,44% dari pendapatan melalui indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 7,55% per tahun. Jangka waktunya tujuh tahun.

“Sukuk ini ditawarkan dengan nilai 100% dari dana sukuk mudharabah. Pendapatan bagi hasil dibayarkan setiap tiga bulan sesuai tanggal pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah,” tulis manajemen WSKT.

Adapun pendapatan bagi hasil pertama akan dibayarkan pada 12 Agustus 2022, sedangkan pembayaran pendapatan bagi hasil terakhir sekaligus dengan pembayaran kembali dana sukuk mudharabah pada 12 Mei 2027 untuk sukuk mudharabah seri A dan 12 Mei 2029 untuk sukuk mudharabah seri B.

Seluruh dana yang terhimpun dari penawaran obligasi sebesar Rp 599 miliar akan digunakan untuk melunasi pokok obligasi berkelanjutan II tahap II tahun 2017 seri B. Lalu, sebesar Rp 484 miliar dipakai untuk melunasi pokok obligasi berkelanjutan III tahap IV tahun 2019 seri A dan Rp 1,04 triliun dipakai untuk melunasi sebagian pokok obligasi berkelanjutan III tahap I tahun 2017 seri B.

Baca juga: Waskita Precast (WSBP) Targetkan Restrukturisasi Utang Tuntas Kuartal II-2022

Sementara itu, dana yang diperoleh dari penawaran sukuk sebesar Rp 562 miliar untuk melunasi sisa pokok obligasi berkelanjutan III tahap I tahun 2017 seri B. Sisa dana akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja konstruksi perseroan berupa pembayaran Cost of Goods Sold (COGS) yang mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, subkontraktor, serta peralatan dan biaya administrasi pada proyek tol Kayu Agung-Palembang-Betung tahap II yang ditargetkan rampung pada 2023.

“Jadi, seluruh dana yang terhimpun dari penawaran obligasi digunakan untuk porsi refinancing utang, sementara sebagian dana yang diperoleh dari penawaran sukuk digunakan untuk modal kerja baru,” terang Novianto.

Sesuai jadwal, masa penawaran umum obligasi dan sukuk ini berlangsung pada 10 Mei 2022, penjatahan dilaksanakan pada 11 Mei 2022, pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi dan sukuk mudharabah secara elektronik pada 12 Mei 2022, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Mei 2022.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN