Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk atau Wika. Foto: Perseroan.

Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk atau Wika. Foto: Perseroan.

Wika Incar Kontrak Baru Rp 40 Triliun

Senin, 4 Januari 2021 | 23:28 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp 40 triliun pada 2021 atau naik 74% dibandingkan realisasi tahun 2020 yang sebesar Rp 23 triliun. Kenaikan nilai kontrak tersebut bakal didorong oleh proyek infrastruktur pemerintah yang sebelumnya tertunda pada tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya atau Wika Mahendra Vijaya mengatakan, perseroan telah berhasil melampaui target revisi nilai kontrak baru 2020 yang sebelumnya ditetapkan Rp 21,3 triliun. Pekerjaan konstruksi yang ditangani perseroan biasanya mayoritas pekerjaan infrastrukur, industrial plant, dan pembangunan gedung.

“Target kontrak baru 2021 mayoritas masih berasal dari pasar domestik, sementara dari luar negeri akan mengambil porsi sekitar 9-11%,” kata dia kepada Investor Daily, Senin (4/1).

Menurut Mahendra, perseroan optimistis kondisi ekonomi Indonesia akan semakin baik pada 2021. Pihaknya juga meyakini proyek-proyek infrastruktur yang sebelumnya ditunda pada tahun lalu akan bergulir pada tahun ini. Hal tersebut terlihat dari pemerintah yang mendorong dengan gencar pembangunan infrastruktur sebagai strategi pemulihan ekonomi nasional.

Tahun ini, kinerja BUMN Karya diprediksi akan mendapat sentimen super positif dari kehadiran lembaga pengelola investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) bernama Indonesia Investment Authority (INA). Sejumlah BUMN Karya seperti PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT PP Tbk (PTPP) pun bersiap menawarkan sejumlah asetnya untuk dikelola SWF.

Terkait divestasi aset ke SWF, manajemen Wika belum ingin terburu-buru atau masih mengevaluasi kemungkinan tersebut. “Saat ini, kami belum menjajaki ke arah sana,” kata Mahendra.

Sementara itu, Wika sepakat mengucurkan pinjaman pemegang saham atau shareholder loan senilai Rp 2,34 triliun kepada PT Wijaya Karya Serang Panimbang pada akhir Desember 2020. Pemberian pinjaman ini akan digunakan untuk membayar kontraktor demi mendukung kelancaran proyek jalan tol Serang-Panimbang.

Sebagai informasi, struktur pemegang saham proyek Serang-Panimbang ini antara lain Wika yang menguasai 83,42% saham, PP sebesar 15,64% saham, dan PT Jababeka Infrastruktur sebesar 0,92% saham. Setelah pengucuran pinjaman ini, maka kas dan setara kas Wika turun menjadi Rp 4,72 triliun dari sebelumnya Rp 7,07 triliun dengan menggunakan proforma laporan keuangan semester I-2020.

Wika Gedung

Sementara itu, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), anak usaha Wika, menargetkan bisa mengantongi kontrak yang dihadapi (order book) sebesar Rp 15,52 triliun atau naik 6,27% dari target revisi RKAP 2020 sebesar Rp 14,61 triliun.

Target kontrak dihadapi tersebut terdiri atas target kontrak baru Rp 4,22 triliun dan carry over tahun 2020 sebesar Rp 11,3 triliun. Adapun target kontrak baru 2021 yang sebesar Rp 4,22 triliun mencerminkan kenaikan 22,63% dari target revisi kontrak baru 2020 sebesar Rp 3,44 triliun.

Sesuai rencana, komposisi perolehan kontrak baru 2021 diharapkan berasal dari pemerintah 44%, kemudian BUMN atau BUMD 19%, dan pihak swasta 37%. Direktur Utama Wika Gedung Nariman Prasetyo mengatakan, komposisi perolehan kontrak baru tersebut menunjukkan bahwa perseroan fokus pada proyek-proyek yang memiliki pendanaan yang kuat, jelas, dan independen.

Untuk target penjualan, termasuk penjualan joint operation 2021, diharapkan mencapai Rp 3,84 triliun, naik 44,26% dari target revisi RKAP 2020 yang sebesar Rp 2,66 triliun. Seiring dengan itu, perseroan membidik laba bersih tahun ini sebesar Rp 231,67 miliar atau melonjak 67,26% dari target revisi laba bersih 2020 sebesar Rp 138,51 miliar.

Tahun ini, Wika Gedung mengalokasikan belanja modal Rp 301,07 miliar, yang diperuntukkan untuk investasi fixed asset dan pengembangan usaha pada bisnis konsesi. “Perseroan optimistis target perusahaan 2021 dapat tercapai karena perusahaan memiliki pasar yang jelas dan independen dengan dukungan fundamental perusahaan yang sehat,” tegas Nariman dalam keterangan resmi.

Selain itu, kata Nariman, kelangsungan bisnis perusahaan pada 2021 tetap dapat berjalan dengan baik karena memiliki proyek-proyek carry over sebesar Rp 11,3 triliun yang dapat dikerjakan tahun ini. Di tengah perlambatan perekonomian dunia dan risiko ketidakpastian yang tinggi akibat pandemi Covid-19, manajemen tetap yakin kondisi ekonomi Indonesia akan kembali pulih.

Menurut Nariman, untuk menghadapi kondisi ekonomi dan bisnis sepanjang 2021, Wika Gedung menerapkan berbagai strategi, baik pada tingkatan operasional, pemasaran, pengembangan, maupun strategi keuangan.

“Strategi tersebut antara lain penerapan metode qualityhealth, safety and environment (QHSE) yang sesuai standar internasional, fokus pada kualitas dan keamanan, transformasi digital pada semua fungsi, masuk pasar premium, selektif dalam pemilihan pelanggan, dan pengembangan usaha backward,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN