Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Foto: Perseroan.

Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Foto: Perseroan.

Wika Kejar Target Kontrak Baru

Senin, 11 Oktober 2021 | 06:15 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tengah mengejar target kontrak baru tahun ini yang sebesar Rp 36 triliun. Hingga semester I, perseroan telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 12,7 triliun.

Direktur Utama Wika Agung Budi Waskito tak memungkiri banyak proyek pada semester I yang mundur ke semester II. Dengan demikian, dia tetap optimistis perseroan dapat mencapai target kontrak baru yang sebesar Rp 36 triliun pada akhir 2021.

Untuk memaksimalkan perolehan proyek, Wika akan fokus pada proyek-proyek berkelanjutan. Dari sisi kontraktor maupun investasi tidak akan jauh dari bisnis inti perseroan. “Investasi kami ke depan, investasi yang berteknologi dan suatu hal baru serta berkelanjutan seperti keairan, aspal buton, ada energi baru terbarukan (EBT) sebagai pembangkit listrik tenaga sampah,” kata Agung di BeritaSatu TV, baru-baru ini.

Dia menegaskan, pandemi Covid-19 yang hampir berjalan selama dua tahun terakhir ini telah berdampak besar. Meskipun begitu, perolehan laba pada semester I-2021 yang mencapai Rp 136 miliar sudah sesuai ekspektasi perseroan.

Pada semester I, pandemi sangat mempengaruhi produksi sehingga perseroan banyak melakukan efisiensi dan efektivitas produksi. Tujuannya agar posisi keuangan cukup membaik. Hal itu tercermin dari rasio keuangan dan kemampuan kas perusahaan yang saat ini masih sangat baik.

“Untuk memperkuat permodalan dan bisnis ke depan, kami menerbitkan obligasi dan sukuk tahap pertama yang sukses, sehingga kami optimistis dari sisi pembiayaan tidak ada masalah," ungkap Agung.

Lebih lanjut dia mengatakan, perseroan juga sedang menyiapkan tiga anak usahanya, yaitu PT Wika Realty, PT Wika Konstruksi (Wikon), dan PT Wika Rekayasa Konstruksi untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai tahun 2023.

“Wika Realty sedang persiapan. Perusahaan ini dibentuk sebagai holding untuk perhotelan BUMN, sehingga kami sedang memperkuat diri yang akhirnya pada 2023 akan IPO,” tuturnya.

Anak usaha selanjutnya yang akan IPO adalah Wikon. Ia menjelaskan, saat ini Wikon memiliki bisnis inti di sektor baja dan pekerjaan padat alam. Di sektor baja, Wikon mempunyai pabrik baja cukup besar dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun.

Di sisi lain, Wikon juga mengelola motor listrik yang pada 2021 sudah mulai melakukan penjualan. Lalu, pada 2022-2024, Wikon juga merencanakan penjualan motor listrik. Agung optimistis Wikon akan IPO pada 2023.

Terakhir, anak usaha yang akan IPO adalah Wika Rekayasa Konstruksi yang banyak mengerjakan operation and maintenance serta mekanikal yang saat ini mengerjakan cukup banyak proyek di PLN. Di bawah Wika Rekayasa Konstruksi, Agung juga sedang menyiapkan Wika Energi yang kini banyak memproduksi lampu tenaga surya dan EBT dari tenaga surya.

Tahun depan, Wika akan mengincar beberapa proyek besar. Agung meyakini tahun depan akan lebih baik dibandingkan 2021. “Kami sudah mempersiapkan diri baik dari segi finansial, sumber daya, dan informasi teknologi untuk menghadapi tahun 2022," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan, saat ini pergerakan saham BUMN Karya seperti WIKA lebih pada fase recovery, sehingga pasar merespons baik performa perseroan. Hal itu tercermin pada pencapaian pendapatan dan laba, serta perbaikan struktur modal berupa penurunan utang dengan menjual aset.

Namun, pemulihan kinerja saham masih terbatas. Sebab pasar melihat sampai tahun ini performa BUMN Karya belum mampu kembali ke kondisi sebelum pandemi, sehingga dari sisi penguatan harga saham belum akan kembali ke level sebelum pandemi.

"Saham WIKA kami perkirakan sampai akhir tahun ini masuk ke rentang Rp 1.400-1.600. Sentimennya adalah perbaikan performa (recovery) dan pasar yang bullish,” ujar Alfred.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN