Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kawasan Industri Terpadu

Kawasan Industri Terpadu

BENTUK MoU

Wika, PTPN VIII, dan RNI Bakal Bangun Kawasan Industri di Subang

Rabu, 3 Juli 2019 | 20:58 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

Jakarta,Investor.id - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) bekerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) berencana membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) pengembangan kawasan industri seluas 11.000 hektar di Subang, Jawa Barat. Megaproyek ini ditaksir mampu menghasilkan pendapatan jangka panjang hingga Rp 3.500 triliun.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengatakan, kawasan industri ini bakal menjadi sinergi antara ketiga perusahaan dalam memanfaatkan peluang ekonomi di kawasan yang terlewati jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung. Seperti diketahui, proyek kereta api cepat ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2021.

Selain kereta api cepat Jakarta-Bandung, dia menyebutkan, ekonomi di kawasan Subang akan terdorong oleh terbangunnya pelabuhan Patimban dan beroperasinya bandar udara Kertajati. Sedangkan kerja sama ketiga perusahaan didukung atas besarnya kepemilikan lahan RNI dan PTPN VIII diwilayah tersebut.

“Antara jalur Jakarta-Bandung, PTPN VIII memiliki lahan sekitar 3.700 ha dan 2.300 ha. RNI juga menguasai sekitar 11.000 lebih ha. Supaya tidak saling menurunkan nilai antara satu titik dengan titik kawasan yang lain, kami ciptakan konsep saling terintegrasi,” jelas dia usai memorandum of understanding (MoU) di Jakarta Rabu (3/7).

Usai MoU ini, Tumiyana mengungkapkan, para pihak yang terlibat akan membentuk JV dalam beberapa pekan ke depan. Selanjutnya, JV ini akan merancang desain serta master plan kawasan industri. Proses desain diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan hingga satu tahun, sehingga pihaknya belum dapat menyebut detail investasi dan target proyek.

Dia menambahkan, berkaca pada proyek transit oriented development (TOD) di sepanjang jalur kereta cepat yang melewati Walini, Karawang, dan Tegalluar. Proyek yang juga digagas perseroan ini diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 280 triliun dalam periode 50 tahun.

“Saya gunakan analogi proyek Walini yang seluas 1.270 ha mampu menghasilkan Rp 280 triliun. Jadi proyek Subang dengan luas yang lebih besar, punya potensi pendapatan Rp 3.000-Rp 3.500 triliun dalam durasi 40-50 tahun ke depan,” jelas dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN