Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CIO Schroders Indonesia, Irwanti Muljono

CIO Schroders Indonesia, Irwanti Muljono

Investor Global Lepas Aset 'Safe Heaven', Bidik Pasar Saham Indonesia

Sabtu, 28 November 2020 | 09:17 WIB
Frans S. Imung

JAKARTA - Investor global terpantau ramai-ramai melepas aset safe heaven dan mengalihkan target investasi pada instrumen yang lebih berisiko namun menjanjikan return lebih besar. Target potensial yang dibidik tidak lain pasar sahamdi negara-negara emerging market seperti Indonesia.

Hal itu dikatakan Chief Investment Officer PT Schroder Investment Management Indonesia Irwanti Muljono, saat berbicara dalam acara Economic Outlook 2021 yang digelar secara virtual oleh BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Selasa (24/11). Tren prgerakan investor global mulai terlihat menonjol pasca pasca kemenangan Joe Biden dalam pemilu Amerika Serikat.

Investor asing yang selama ini memborong aset safe haven seperti emas, perak, dolar AS, dan yen mulai beralih ke instrumen yang lebih beririko di emerging market. “Sejak 6 November 2020, ada optimisme, perang dagang akan berakhir, sehingga ada keyakinan bahwa perekonomian dunia akan pulih cepat. Peluang tersebut mendorong investor memilih melepas kepemilikan pada aset-aset safe heaven dan mengalihkan investasi ke aset-aset investasi di negara pasar berkembang,”

Ia menambahkan, terpilihnya Joe Biden menggantikan Donald Trump membuat optimisme pelaku pasar meningkat. "Ketika ekonomi membaik, kinerja aset yang lebih berisiko menjadi rebound dari sebelumnya yang sempat underperform," ungkap dia.

Di pasar modal Indonesia, kata Irwanti, sejak Oktober 2020, investor asing sempat melepas kepemilikan pada surat utang negara (SUN), mulai masuk kembali. “Mulai November, investor asing mulai masuk ke dua portofolio, yakni obligasi dan saham," ungkap Irwanti.

Dana milik pemodal asing yang mulai masuk ke pasar saham dan obligasi berpengaruh pada nilai tukar rupiah. Menurut dia, sejak awal 2020, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menembus Rp 17 ribu dan turun lebih dari 15%. "Joe Biden menjadi katalis positif bagi penguatan rupiah," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Mandiri Sekurias, Dannif Utojo Danusaputro mengatakan, 2021 akan menjadi tahun positif bagi pasar modal Indonesia. Daya dukungnya datang dari tren pemulihan ekonomi baik lokal maupun global. “Dukungan kuat juga datang dari emiten-emiten yang selama ini dikenal punya pengaruh kuat pada pergerakan indeks harga saham gabungan,” ujar Dannif.

Dannif juga melihat sisi positif dari tren suku bunga rendah yang akan berdampak positif bagi ekonomi makro. Sedangkan untuk pasar saham, ada dukungan sangat besar dari melimpahnya likuiditas baik global maupunn lokal. “Peluang bagi investor ada pada saham-saham seperti perbankan maupun consumer goods,” lanjut Dannif.

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN