Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Rupiah akan Bergerak di Level 13.640-13.680

Selasa, 21 Januari 2020 | 10:13 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi (21/1/2020) bergerak melemah 19 poin atau 0,14% menjadi Rp13.658 per dolar AS dibanding sebelumnya di posisi Rp13.639 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV, di Program IDXOpening Bell, Selasa (21/1/2020) mengatakan, jika dilihat dari sentimen hanya ada sentimen politik secara global.

“Saya lihat dari dolar index tak ada perubahan sepanjang minggu ini. Dolar index bergerak pada level 97,1- 97,7. Dilihat dari sudut pandang itu tak ada pergerakan. Tapi memang pada hari ini ada sentimen risk off.  Kelihatan di bond market maupun di currency market sehingga mata uang di regional menguat dan dolar sedikit melemah terhadap mata uang lainnya. Saya perkirakan rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran antara 13.640-13.680,”jelasnya saat ditemui di Dealing Room CIMB Niaga.

Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily
Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily

Adrian melihat kesepakatan dagang tahap pertama antara AS-Tiongkok sedikit banyak sudah di-price in oleh market. Karena sejak tanggal 15 Januari hingga hari ini tidak banyak terjadi pergerakan di dalam currency market.  

“Hari ini ada lelang obligasi konvensional kelihatannya animo cukup banyak walaupun sedikit banyak ditemper oleh kondisi rupiah. Kelihatannya animo dari asing cukup banyak hari ini diperkirakan tekanan yang muncul dari risk off semacam ini akan di-offset oleh sentimen positif dari bond market karena penyerapan bisa di atas Rp20 triliun-30 triliun dari conventional bonds sehingga rupiah kansnya ada di 13.640-13.680,” paparnya.

Adrian mengatakan yang diperkirakan pasar saat ini adalah rapat dewan gubernur  Bank Indonesia (RDG) BI akan memotong tingkat suku bunga acuannya. Tetapi kapan waktunya tidak diketahui.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

“BI memang siap menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Mungkin bulan ini mungkin bulan depan walaupun kalau di bulan ini kelihatannya masih akan ada sentimen-sentimen yang masih menunggu penurunan   rate tersebut, namun sentimen tersebut masih belum solid. Di satu pihak market masih membutuhkan support karena kelihatan dari kebijakan fiskal sudah tidak ada support lagi satu-satunya support hanya dari kebijakan moneter. Mungkin ini suatu pretax ya, dalam arti kurs itu menurun dulu baru kemudian membuka jalan bagi diturunkannya tingkat suku bunga acauan Bank Indonesia,” katanya.

Sementara mengenai pergerakan rupiah terhadap mata uang Asia lainnya, Adrian menilai cukup stabil. Rupiah terhadap dolar Singapura, ringgit, rupee, won, tetap ada di range yang sama. Tak ada yang sifatnya anomali.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN