Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kiri-kanan :Chief Economist SMF Martin Daniel Siyaranamual, Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan Heliantopo, Sekretaris Perusahaan Bonai Subiakto. Foto: Investor Daily/Totok Subagyo

Kiri-kanan :Chief Economist SMF Martin Daniel Siyaranamual, Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan Heliantopo, Sekretaris Perusahaan Bonai Subiakto. Foto: Investor Daily/Totok Subagyo

Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, SMF Konsisten Dorong Bangkitnya Industri Perumahan

Sabtu, 27 November 2021 | 17:38 WIB
Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

MATARAM, investor.id – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, mencatatkan kinerja positif sampai dengan Triwulan III-2021 meski pandemi Covid-19. SMF juga memaksimalkan peran sebagai Special Mission Vehicle (SMV) yang aktif bersienrgi dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor perumahan.

Kinerja SMF tetap tumbuh dengan baik di tengah pandemi, baik melalui penyaluran pinjaman atau pembiayaan kepada Lembaga Penyalur KPR, serta pendapatan usaha.

"Hingga September 2021, laba bersih SMF mencapai Rp 400 miliar, atau tumbuh 8,56% dibanding posisi September 2020 yang sebesar Rp 369 miliar," jelas Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo dalam Konferensi Pers Pencapaian Kinerja SMF Triwulan III Tahun 2021, di Mataram, NTB, pada Jumat (26/11) malam.

Hadir pula dalam paparan tersebut Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan Heliantopo,  Sekertaris Perusahaan SMF Bonai Subiakto, dan   Chief Economist SMF Martin Daniel Siyaranamual.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dan jajaran direksi SMF dalam Konferensi Pers Pencapaian Kinerja SMF Triwulan III Tahun 2021, di Mataram, NTB, pada Jumat (26/11) malam. Foto: Investor Daily/Totok Subagyo
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dan jajaran direksi SMF dalam Konferensi Pers Pencapaian Kinerja SMF Triwulan III Tahun 2021, di Mataram, NTB, pada Jumat (26/11) malam. Foto: Investor Daily/Totok Subagyo

Ananta juga mengungkapkan bahwa SMF kini terus bergiat dalam mengoptimalkan peran dan fungsinya sebagai fiscal tools Pemerintah dalam mendorong bangkitnya industri perumahan baik dari sisi supply maupun demand. Hal itu sesuai dengan perluasan mandat yang telah diberikan oleh Pemerintah melalui penyaluran pembiayaan perumahan yang berkesinambungan.

Sampai dengan Triwulan III-2021, SMF telah berhasil menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR sebesar Rp 4,90 triliun. Secara kumulatif, total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2006 sampai dengan 30 September 2021, mencapai sebesar Rp74,04 triliun yang terdiri atas pembiayaan sebesar Rp61,10 triliun, sekuritisasi KPR sebesar Rp12,79 triliun dan pembelian KPR sebesar Rp156 miliar.

Dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 1,19 juta debitur KPR yang terdiri dari 61,05% pembiayaan, 18,38% KPR FLPP, 20,45% sekuritisasi, dan 0,13% pembelian KPR.

Pada triwulan III, SMF telah merealisasikan penerbitan surat utang melalui Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2021 dengan tingkat bunga tetap, sebesar Rp1,2 triliun. Obligasi ini adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan VI SMF dengan nilai target dana yang akan dihimpun sebesar Rp17 triliun. 

Kiri-kanan :Chief Economist SMF Martin Daniel Siyaranamual, Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan Heliantopo, Sekretaris Perusahaan Bonai Subiakto. Foto: Investor Daily/Totok Subagyo
Kiri-kanan :Chief Economist SMF Martin Daniel Siyaranamual, Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan Heliantopo, Sekretaris Perusahaan Bonai Subiakto. Foto: Investor Daily/Totok Subagyo

Selain itu, SMF menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 sebesar Rp100 miliar. Sukuk Mudharabah tersebut merupakan bagian dari Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II SMF dengan nilai target dana yang akan dihimpun sebesar Rp3,5 triliun. 

Sampai dengan triwulan III, total surat utang yang diterbitkan SMF yakni Obligasi sebesar Rp3,1 triliun dan Sukuk Mudharabah sebesar Rp200 miliar.

SMF telah aktif menerbitkan surat utang sejak tahun 2009 dan hingga akhir triwulan III, Perseroan sudah menerbitkan 49 kali penerbitan dengan jumlah Rp44,6 triliun,, terdiri dari 36 kali penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah (penawaran umum) sebesar Rp39,8 triliun, 12 kali Medium Term Notes (Penawaran terbatas) sebesar Rp4,7 triliun, dan satu kali penerbitan Surat Berharga komersial sebesar Rp120 miliar.

Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari upaya SMF dalam memenuhi perannya sebagai penyedia likuiditas jangka panjang bagi penyalur KPR. "Hal ini merupakan bagian dari komitmen SMF untuk mendukung ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia," jelas Ananta.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dan jajaran direksi SMF dalam Konferensi Pers Pencapaian Kinerja SMF Triwulan III Tahun 2021, di Mataram, NTB, pada Jumat (26/11) malam. Foto: Investor Daily/Totok Subagyo
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dan jajaran direksi SMF dalam Konferensi Pers Pencapaian Kinerja SMF Triwulan III Tahun 2021, di Mataram, NTB, pada Jumat (26/11) malam. Foto: Investor Daily/Totok Subagyo

Terkait sekuritisasi, sejak tahun 2009, sampai dengan saat ini  Perseroan telah berhasil memfasilitasi 14 kali transaksi sekuritisasi, dengan total nilai akumulatif sebesar Rp12,78 triliun.

Ananta menjelaskan, pada tahun ini Perseroan berencana untuk menerbitkan kembali Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP). EBA-SP tersebut memiliki underlying kumpulan tagihan KPR  yang memenuhi 32 kriteria seleksi sehingga aman bagi investor. Diharapkan sekuritisasi aset tersebut dapat mendukung penyaluran dana bagi pembiayaan perumahan untuk mendorong bangkitnya industri perumahan nasional.

Terkait optimalisasi peran dan fungsinya dalam mendorong bangkitnya industri perumahan baik dari sisi supply maupun demand sesuai perluasan mandat yang telah diberikan oleh Pemerintah, SMF juga menjaring sinergi dengan berbagai pihak. Dalam mendukung realisasi pembiayaan perumahan mikro, SMF bersinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM merealisasikan produk Program Hunian Mikro Mekaar atau HOME yang merupakan program pembiayaan mikro perumahan bagi nasabah PNM Mekaar, dengan peruntukkan untuk renovasi rumah nasabah yang juga dijadikan sebagai tempat usaha atau mendukung usaha.

Dalam rangka mendukung percepatan PEN di sektor perumahan, SMF juga menjalankan tugasnya sebagai pelaksana investasi Pemerintah dengan memberikan suntikan dana kepada salah satu BUMN di sektor perumahan. Selain itu, SMF juga aktif menjalankan beberapa Program Penugasan Khusus dan Inisiatif Strategis, yaitu dukungan kepada Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) atau KPR Subsidi, Program Pembiayaan Homestay, dan Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh.

Dukungan SMF pada Program KPR FLPP, merupakan realisasi dari peran Perseroan sebagai fiscal tools Pemerintah. SMF berperan dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75% dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90%.

Sejak awal tahun hingga September 2021, Perseroan telah berhasil mengalirkan dana pendamping untuk mendukung penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan  (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp3,09 triliun untuk membangun 84.982 unit rumah dari 157.500 unit rumah yang ditargetkan oleh Pemerintah untuk tahun 2021. Sehingga terhitung sejak  Agustus 2018 hingga September 2021 SMF telah berhasil merealisiasikan penyaluran dana KPR FLPP mencapai Rp7,50 triliun untuk 218.050 unit rumah yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

Kiri-kanan :Chief Economist SMF Martin Daniel Siyaranamual, Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan Heliantopo, Sekretaris Perusahaan Bonai Subiakto. Foto: Investor Daily/Totok Subagyo
Kiri-kanan :Chief Economist SMF Martin Daniel Siyaranamual, Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan Heliantopo, Sekretaris Perusahaan Bonai Subiakto. Foto: Investor Daily/Totok Subagyo

Program Pembiayaan Homestay, merupakan sinergi SMF dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam rangka mendukung PEN di sektor pariwisata yang saat ini terpukul sangat dalam karena pandemi. Hingga saat ini, SMF  telah merealisasikan Program Pembiayaan Homestay di 11 desa yang terletak dalam Destinasi Super Prioritas Pariwisata (DSPP) Borobudur, DSPP Mandalika, dan  daerah potensi pariwisata di wilayah Banyuwangi dan Sumedang. Perseroan terus melakukan adaptasi atas kondisi pandemi yang memukul kegiatan pariwisata dan kegiatan travelling masyarakat untuk menyongsong kebangkitannya di kemudian hari.

"Hingga saat ini SMF telah menyalurkan dana Rp 11,05 miliar untuk 91 unit homestay,. Tahun ini masoh ada dana Rp 9 miliar, akqn ditambah nanti di tahun 2022," jelas Direktur SMF Trisnadi Yulrisman.

Terkait realisasi Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh,  Perseroan bersinergi dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Pada tahun 2021 ini sampai dengan Triwulan III, Perseroan dan Dirjen Cipta Karya telah melakukan kolaborasi merenovasi 85 rumah kumuh dengan serapan anggaran mencapai Rp6,97 miliar di 4 kota yang terdiri dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan, Tanjung Pinang Kepulauan Riau, Manado Sulawesi Utara, dan Banjarmasin Kalimantan Selatan. Rencananya Perseroan juga akan memberikan bantuan ke Belu, Nusa Tenggara Timur dan kawasan kumuh Semanggi Surakarta. Adapun sejak tahun 2019 hingga saat ini Perseroan telah merealisasikan program pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 252 rumah di 11 kota dengan serapan anggaran mencapai Rp17,24 miliar.

Terkait rencana kerja hingga akhir tahun 2021, Ananta mengungkapkan bahwa Perseroan akan fokus dalam memaksimalkan perannya dalam mendukung PEN melalui penguatan di ekosistem industri perumahan yang tengah terdampak pandemi saat ini melalui beberapa starategi.

Strategi tersebut diantara lain, yaitu menjalin sinergi dengan dengan Kementerian/Lembaga untuk mendukung program Pemerintah di bidang perumahan, diantaranya melalui Program Perluasan Penyaluran Subsidi Perumahan atau KPR Program FLPP, melakukan kerja sama pembiayaan perumahan khususnya untuk pekerja di sektor informal (Kredit Mikro) serta menginisiasi program baru untuk mendukung keterjangkauan pemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pelaksanaan program kredit konstruksi, aktif melakukan pembiayaan jangka panjang kepada lembaga penyalur baik konvensional maupun syariah, serta memaksimalkan peran Perseroan sebagai agen PEN.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN