Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jamkrindo Syariah. Sumber: bumn.go.id

Jamkrindo Syariah. Sumber: bumn.go.id

Semester I, Volume Penjaminan Jamsyar Tumbuh 38,56%

Rabu, 28 Juli 2021 | 04:43 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) mencatatkan pertumbuhan pertubuhan volume penjaminan mencapai Rp 38,56% secara tahunan (year on year/yoy) di semester I-2021. Nilai volume penjaminan naik menjadi Rp 21,70 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 15,66 triliun.

Peningkatan volume penjaminan itu berhasil mengerek IJK Cash Basis menjadi sebesar Rp 393,90 miliar, sedangkan IJK Accrual menjadi Rp 286,73 miliar. Pada semester I-2021, perusahaan berhasil membukukan Rp 57,49 miliar dan total aset tumbuh 45,08% (yoy) menjadi Rp 1,77 triliun.

"Dari indikator-indikator pencapaian selama kurun waktu Januari tahun 2021 hingga akhir semester I tahun 2021 tersebut, memberikan keyakinan dan rasa optimisme bahwa perusahaan akan mampu mencapai target yang telah ditetapkan sampai dengan akhir tahun 2021," kata Direktur Utama PT Jamkrindo Syariah Gatot Suprabowo melalui keterangannya, dikutip Selasa (27/7).

Dia menyatakan, target juga akan didukung dengan berbagai strategi perusahaan yang telah dibuat antara lain Teknologi Informasi (TI) yang unggul. Di samping itu, perusahaan turut memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertujuan untuk mendukung ekspansi usaha maupun peningkatan pertumbuhan bisnis yang profitable dan sustainable.

Gatot mengatakan, Jamsyar juga turut mendukung berbagai program pemerintah dalam peningkatan perekonomian nasional. Misalnya dukungan perusahaan mendukung pelaku usaha yang terdampak pandemi. Dukungan itu dilakukan melalui produk penjaminan pembiayaan modal kerja pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang bekerjasama dengan mitra-mitra bank syariah yang ditunjuk oleh pemerintah.

Pertumbuhan Jamsyar tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak eksternal, selama tahun 2020 hingga akhir semester I tahun 2021 Jamsyar telah banyak meraih penghargaan. Beberapa penghargaan yang diterima oleh Jamsyar di tahun 2020 adalah penghargaan bidang Marketing, Finance, IT, dan Human Capital dari Infobank, BUMN Track, Business News, dan Economic Review.

Sedangkan beberapa penghargaan yang diterima oleh Jamsyar hingga akhir semester I di tahun 2021 ini adalah penghargaan di bidang Tata Kelola (GCG),  IT, Governance, Risk Management & Compliance, Human Capital, dan Corporate Communication, dari Infobank, Business News, Digital Transformation & Innovation Institute, dan Economic Review.

Jamsyar saat ini telah memiliki 15 kantor layanan yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik layaknya semangat yang diusung yakni PROGRESIF (Profesional, Gesit, Responsif, Syar'i dan Inovatif). Serta menekankan AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) sebagai nilai-nilai inti dan budaya perusahaan sebagai standar nilai perilaku yang menjadi pedoman dalam budaya kerja.

Pertumbuhan kinerja positif Jamsyar di paruh pertama tahun ini menjadi bagian dari hasil gemilang di akhir 2020. Laporan keuangan tahun lalu telah diaudit oleh kantor Akuntan Publik, Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan yang merupakan firma anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers (PwC) dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian atau Wajar Tanpa Pengecualian.

Sampai 2020, aset mencapai Rp 1,57 triliun atau bertumbuh sebesar 32,86% dari tahun 2019 sebesar Rp 1,18 triliun. Selain itu, total laba yang berhasil dibukukan pada tahun 2020 adalah sejumlah Rp 45,14 miliar atau bertumbuh sebesar 162,36% apabila dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 17,2 miliar.

Dari sisi bisnis penjaminan, volume penjaminan mencapai Rp 32,40 triliun atau tetap tumbuh sebesar 12,56% dari tahun 2019 sebesar Rp 28,78 triliun. Selanjutnya IJK Cash Basis pada tahun 2020 adalah sejumlah Rp 500,29 miliar atau tumbuh sebesar 50,92% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 331,50 miliar.

Dan total jumlah terjamin selama kurun waktu 2020 adalah sebanyak 726.131 terjamin atau tumbuh sebesar 129,96% dari tahun 2019 sebanyak 315.761 terjamin.

"Selain dari sisi keuangan dan bisnis penjaminan, perusahaan juga dapat menjaga kualitas penjaminan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan indikator rasio klaim selama tahun 2020 sebesar 29,15%," ujar Gatot.    

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN