Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

OC Kaligis Luncurkan Buku Hukum dan Sepakbola

Senin, 15 Juni 2015 | 10:44 WIB
ah

JAKARTA- Pengacara OC Kaligis meluncurkan buku bertajuk hukum dan sepak bola setebal 154 halaman dalam sembilan bab setelah melakukan penelitian dan menyaksikan pertandingan lokal dan piala dunia dari berbagai negara.

"Saya menerbitkan buku tersebut tetap dalam perspektif hukum karena prihatin terhadap kondisi sepak bola nasional belakangan ini," kata OC Kaligis di Jakarta, Senin.

Kaligis mengatakan di Indonesia sepak bola adalah permainan yang cukup digemari oleh semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan di kota besar, sekalipun judi sepak bola melanggar Undang-Undang, tapi tetap saja berjalan walau secara terselubung.

Dalam buku tersebut Kaligis juga mengulas tentang sejarah sepak bola, unsur-unsur dalam sepak bola seperti pertandingan di luar negeri dan lokal serta membahas mengenai wasit.

Setiap pertandingan tentu membutuhkan wasit yang bertugas mengawasi permainan, mencegah pelanggaran dan menghukum pelanggar, mulai dari kartu kuning, merah, sampai menghentikan pertandingan.

Penghentian pertandingan akibat pelanggaran berarti kekalahan untuk tim pelanggar, tentang kualitas pelanggaran itu tergantung dari penafsiran wasit atas aturan main, mengenai hal tersebut debat dan diskusi terbentang panjang.

Selama ini keberadaan seorang wasit dalam permainan sepak bola tidak terlalu dihebohkan seperti halnya keberadaan para pemain. "Tapi coba bayangkan bila permainan sepak bola berlangsung tanpa kehadiran seorang wasit," katanya.

Menurut dia, sebanyak 22 pemain dari dua tim yang hanya mengejar satu bola, maka akan saling sikut, tendang, terjang, baku hantam dan bisa saja darah tertumpah.

Bila tidak ada wasit berarti tidak ada otoritas kekuasaan berwibawa yang dipatuhi seluruh pemain, maka paralel dengan apa yang terjadi di arena pertarungan para gladiator pada zaman Romawi Kuno.

Andai itu terjadi, tontonan sepak bola akhirnya mungkin sekadar mengimperaktifkan apa yang ditulis filsuf Inggris terkenal, Thomas Hobbes dalam karya Leviathan bahwa manusia adalah serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus).

Nama bebebapa wasit kondang seperti Pierluigi Collina (Italia), Urs Meier (Swiss), Andreas Frik (Swedia), Kim Milton Nielsen (Denmark) menjadi sosok amat disegani di lapangan hijau dan mereka berwibawa dan dipatuhi pemain pada Piala Dunia 2004 di Portugal.

Kaligis juga beberapa kali menyaksikan pertandingan Piala Dunia sepak bola seperti di Prancis, Jerman, Afrika Selatan dan terakhir Brazil.

Dia menambahkan wasit amat disegani pemain dengan modal kartu kuning dan merah, artinya sanksi hukum bagi siapapun yang melanggar harus dipatuhi.

Dalam buku itu juga dibahas tentang pemain sepak bola nasional mulai dari Soeratin hingga Ronni Pattinasarani dan wawancara dengan mantan Ketua PSSI Nurdin Halid serta hak siar televisi. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN