Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menakertrans Kirimkan 100 Santri Jatim ke Jepang

Rabu, 18 Mei 2011 | 00:03 WIB
Antara

SURABAYA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menjanjikan akan mengirimkan 100 santri Jatim untuk magang kerja di Jepang.

"Untuk Jatim, kami sudah menyeleksi 300 santri dan hanya 68 santri yang lolos seleksi, tapi direncanakan dikirim 100 santri untuk magang di Jepang," katanya di Surabaya, Selasa malam.

Ia mengemukakan hal itu saat membuka pelatihan kewirausahaan berbasis pesantren bagi 225 santri di Gedung PWNU Jatim yang dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Dalam acara yang juga dihadiri Kepala Disnakertrans Jatim Harry Soegiri itu, Menakertrans menjelaskan kerja sama pelatihan wirausaha bagi santri dan pengiriman santri untuk magang ke Jepang merupakan bagian dari kerja sama Kemenakertrans dengan PBNU.

"Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama Kemenakertrans dengan PBNU. Kami sudah melaksanakan di Jabar dan Jateng, maka sekarang di Jatim," katanya  didampingi Wakil Rais Syuriah PWNU KH Agoes Ali Masyhuri dan Ketua PWNU KH Mutawakkil Alallah.

Menurut Muhaimin yang juga Ketua Umum DPP PKB itu, pelatihan wirausaha bagi santri yang berbasis ICT itu merupakan upaya Kemenakertrans untuk melakukan "link" antara pesantren dengan dunia kerja.

"Saya pernah bertanya ke (Pesantren) Lirboyo, ternyata mereka memiliki 10 ribu-an santri dan hanya 1.000-an yang menjadi kiai, sehingga 9.000-an santri akan menjadi tenaga kerja di masyarakat," katanya.

Namun, 116 juta tenaga kerja yang ada saat ini tercatat 47,5% di antaranya masih berpendidikan setara sekolah dasar (SD), sehingga mereka belum mampu mengangkat perekonomian keluarga dan masyarakat secara umum.

"Karena itu, kami mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja serta pengiriman tenaga kerja untuk magang di negara lain. Kami juga memiliki program trasnmigrasi pesantren dan pengiriman dai pesantren ke kawasan transmigrasi," katanya.

Oleh karena itu, Muhaimin membutuhkan dukungan masyarakat, termasuk NU. "Saat bertemu dengan PBNU, Presiden sudah memerintahkan para menteri untuk bekerja sama dengan PBNU guna mempercepat pembangunan," katanya. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN