Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Presiden Minta DPD Serius Perjuangkan Pembangunan Daerah

Sabtu, 18 November 2017 | 10:10 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Dewan Perwakilan Daerah Republik (DPD) serius memperjuangkan pembangunan daerah. Sebagi unsur yang mewakili daerah, DPD harus menjadi yang pertama dan terdepan dalam memperjuangkan dan membangun daerah.

 

“Jangan sampai malah dari anggota DPD yang mempertanyakan untuk apa membangun tol Trans-Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Demikian pun berbagai pembanguan infrastruktur lainnya,” kata Jokowi saat menghadiri acara sarasehan nasional di gedung DPD Jakarta, Jumat (17/11)

 

Sarasehan digelar dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-13 DPD. Hadir dalam acara itu, antara lain Ketua DPD Oesman Sapta oedang (OSO), Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Wakil Presiden Try Soetrisno, dan mantan Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita.

 

Kepada anggota DPD, Jokowi mengingatkan soal tantangan ke depan bangsa Indonesia. Menurutnya, yang terjadi saat ini adalah adanya perubahan global yang terjadi begitu cepat. Perubahan-perubahan tersebut sulit diprediksi dan tidak bisa dihindari.

 

Atas perubahanperubahan tersebut, Indonesia harus menghadapi dan mengantisipasinya. Jokowi memberi contoh adanya revolusi industri dan teknologi yang begitu cepat, mulai dari revolusi internet, revolusi digital, bioenergi, perubahan tiga dimensi, dan berbagai perubahan lainnya.

 

“Baru datang internet, tiba-tiba pindah ke mobile. Lalu pindah lagi ke robotik, pindah lagi ke sistem otomatis. Ini semua cepat dan harus kita antisipasi,” kata Jokowi.

 

Presiden Jokowi juga mengingatkan bahaya dari perubahanperubahan cepat menuju sistem otomatis, yakni akan terjadi pengangguran dalam jumlah besar, karena tenaga manusia beralih ke mesin.

 

“Di negara lain, silakan hal itu terjadi, tetapi untuk Indonesia tidak boleh terjadi. Hal itu bisa dilakukan jika seluruh anak bangsa bisa meningkatkan daya saing dan kreativitas sehingga tidak kalah dengan bangsa lain,” ujarnya.

 

Menurutnya, berbagai pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat ini juga untuk menghadapi berbagai perubahan tersebut. Bangsa Indonesia tidak akan bisa bersaing dan menjual produknya ke bangsa lain, kalau biaya transportasi masih mahal.

 

Bangsa Indonesia juga akan tergilas oleh perubahan-perubahan yang terjadi, jika daerah tidak dibangun secara cepat dan segera. Pembangunan tol Trans- Sumatera, Kalimantan, Papua, dan yang lain, untuk mempercepat mobilitas barang dan jasa. Berbagai program tersebut adalah bagian dari mempercepat pembangunan daerah. Pemerintah ingin memperkecil ketimpangan antara wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN