Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Prihatin Korupsi yang Libatkan Kepala Daerah

Rabu, 19 Desember 2018 | 07:53 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Korupsi masih mewabah. Selama tahun 2018 tercatat 17 kepala daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus teranyar, Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK karena diduga menerima suap dana alokasi khusus pembangunan gedung sekolah.

Kami, warga bangsa di Republik ini tentu sangat menyesalkan atas banyaknya kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah. Praltik korupsi kepala daerah akan berdampak buruk terhadap program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bukankah tanggung jawab pemimpin adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat? Maka, jangan sampai program kesejahteraan yang digulirkan pemerintah justru dikorupsi kepala daerah untuk memperkaya diri. Oleh karena itu, kami berharap kepala daerah yang terlibat korupsi harus dihukum berat.

Kami pesimistis kasus korupsi yang dilakukan kepala daerah masih akan terus berlanjut jika pemerintah tidak segera melakukan upaya pencegahan secara nyata. Maka, pemerintah tentu harus hadir mencegah perilaku korupsi yang melibatkan kepala daerah. Sekali lagi, korupsi berpengaruh negative terhadap program kesejahteraan masyarakat.

Sampai kapan langkah penindakan kejahatan ini akan berlangsung? Tak bisakah pendekatannya lebih difokuskan pada aspek pembinaan dan pencegahan? Pemerintah seharusnya menjalankan langkah-langkah pembinaan, semisal melalui pembinaan mental dan agama, dan pengawasan konkret yang efektif untuk mengurangi kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah. Biaya politik tinggi yang dinilai ikut memicu hasrat untuk korupsi mesti juga dicarikan alternatif solusi dalam proses pemilihan kepala daerah.

Sigit Widodo

Jakarta

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN