Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

184 Sapi di Kota Bogor Terpapar PMK, 2 Mati

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:39 WIB
Vento Saudale (redaksi@investor.id)

Bogor, Investor.id - Sebanyak 184 sapi di Kota Bogor dilaporkan terpapar penyakit mulut dan kaki (PMK) dan 2 diantaranya mati. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun masih melakukan menutup keluar masuk hewan.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, hingga Selasa, (21/6/2022), sebanyak 184 sapi di Kota Bogor terpapar PMK, dengan rincian 130 sapi berada penggemukan sapi di masyarakat dan 54 sapi berada di lingkungan rumah pemotongan hewan (RPH) Bubulak.

Dari 184 sapi terkena PMK, sebanyak 77 sapi telah dinyatakan sembuh, terdiri atas 30 sapi di lokasi penggemukan sapi di masyarakat dan 47 sapi di RPH.

Sedangkan 2 sapi yang mati, terlaporkan 1 berada di RPH dan 1 berada di penggemukkan masyarakat.

Wali Kota Bogor, Bima Arya yang meninjau RPH Bubulak, menyampaikan dari 488 sapi yang berada di RPH masuk dalam kategori pemantauan.

Bima menuturkan, saat ini 488 sapi tetap ikut menjalani karantina untuk dilakukan pemantauan, hingga pekan depan. Kemudian dari 54 sapi bergejala, 7 sapi telah dinyatakan sembuh dan 47 sisanya masih dalam perawatan.

"Pemerintah Kota Bogor terus memasok vitamin dan obat-obatan bagi hewan ternak sapi di RPH Bubulak," kata Bima, Selasa (21/6/2022). 

Sementara, setelah masa karantina dan penutupan keluar masuk hewan ternak ke Kota Bogor hingga  Rabu, (29/6/2022), maka penjual hewan ternak boleh mendatangkan maupun mengeluarkan sapi untuk diperdagangkan. 

"Jadi tidak boleh keluar masuk, setelah tanggal 29 boleh. Tetapi kita awasi terus di daerah supaya tidak terjadi penjualan yang tidak bisa dimonitor," kata Bima. 

Sementara, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo menambahkan Kepolisian akan terus memantau distribusi dan penjualan hewan ternak sapi dan kambing menjelang Hari Raya Iduladha oleh jajaran Polsek dan Babinkamtibmas. 

"Termasuk kami perlu memberi edukasi kepada semua masyarakat agar tidak terjadi gejolak, kemudian (ketika) tidak ada yang membeli hewan kurban dan sebagainya, tentu ini bersama dinas terkait, Dinas Ketahanan Pangan, agar situasi di Hari Raya Kurban bisa baik dan normal," jelas Susatyo. 

Titel foto: Petugas  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor melakukan desinfektan di rumah pemotongan hewan (RPH) Bubulak, Kota Bogor, Selasa (21/6/2022).

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN