Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deretan tempat tidur di ruang rawat sementara khusus pasien Covid-19 Rumah Sakit Siloam yang menempati area Lippo Plaza Mampang. Foto ilustrasi

Deretan tempat tidur di ruang rawat sementara khusus pasien Covid-19 Rumah Sakit Siloam yang menempati area Lippo Plaza Mampang. Foto ilustrasi

2 Pekan PPKM Darurat, BOR RS Covid-19 Turun hingga 74%

Rabu, 21 Juli 2021 | 12:18 WIB
Hendro D Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Tingkat keterisian tempat tidur (bed ocupancy rate/BOR) rumah sakit khusus Covid-19 di Indonesia menunjukkan adanya penurunan selama periode pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yakni 4-20 Juli 2021 kemarin.

Hal itu berdasarkan data yang diolah Libang Berita Satu Media Holdings (BSMH) hingga Selasa (20/7/2021), bed ocupancy rate(BOR) IGD isolasi dan ICU dihitung dari laporan rumah sakit Covid-19 di seluruh Indonesia dalam Sistem Informasi Rawap Inap (Siranap) Kementerian Kesehatan.

BOR dikelompokkan dalam kategori memadai, sedang dan terbatas. Data Jakarta sudah termasuk Wisma Atlet.

Rata-rata nasional BOR RS rujukan Covid-19 tertinggi sempat menyentuh angka 77% di masa awal PPKM darurat. Padahal, tingkat BOR RS rujukan Covid-19 nasional saat pertama kali diberlakukannya PPKM Darurat per Minggu (4/7/2021) mencapai 75%.

Setelah 2 minggu lebih diberlakukannya PPKM darurat BOR RS rujukan Covid-19 mampu diturunkan menjadi 74%.

Kondisi rumah sakit khusus Covid-19
Kondisi rumah sakit khusus Covid-19

Untuk BOR kategori terbatas (merah) terdiri dari 4 provinsi di Pulau Jawa yang BOR totalnya yakni
- Yogyakarta (87%) dengan rincian BOR ICU 91%, BOR Isolasi 87% dan BOR IGD 95%
- Banten (85%) BOR ICU 90%, isolasi 84%, IGD 80%
- DKI Jakarta (81%) BOR ICU 91%, isolasi 80%, IGD 81%
- Jawa Timur (80%) BOR ICU 79, isolasi 80%, IGD 83%
Namun ada juga provisi yang di luar Jawa Bali masuk kategori terbatas yakni Kalimantan Timur dengan BOR total mencapai 81% (ICU 84%, isolasi 81%, IGD 85%)

Untuk BOR kategori sedang (oranye) terdiri dari 3 provinsi Pulau Jawa-Bali yakni Jawa Barat 76%, Bali 76%, Jawa Tengah 74%. Sementara lainnya di luar Jawa-Bali yakni Lampung 78%, Sumatera Selatan 77%, Kepulauan Riau 75%, Bangka Belitung 74%, dan Sumatera Barat 74%.

"PPKM Darurat yang sudah berjalan dua pekan ini menunjukkan adanya penurunan bed occupancy ratio (BOR) di Jawa-Bali. Meski demikian, kasus penularan Covid-19 belum bisa ditekan," kata Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers virtual, Selasa (20/7/2021).

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Menurutnya pengetatan yang sudah berjalan dua minggu tersebut, sudah terlihat hasilnya, seperti menurunnya BOR di provinsi di Pulau Jawa-Bali, serta mobilitas penduduk yang menunjukkan penurunan.

Kendala itu, papar Wiku, adalah masih dialaminya peningkatan kasus Covid-19 hingga dua kali lipat. Persentase jumlah kasus aktif saat ini sebesar 18,65%.

"Namun, penambahan kasus masih menjadi kendala yang kita hadapi. Hingga saat ini, kasus masih mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dengan jumlah kasus aktif 542.938 atau 18,65%," ujarnya.

Kenaikan itu, kata Wiku, terjadi karena berbagai varian corona yang masuk ke Indonesia, khususnya varian Delta asal India. "Varian delta sudah mencapai 661 kasus di pulau Jawa dan Bali," tutur dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN