Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi belajar dari rumah. (Foto: greenqueen.com.hk)

Ilustrasi belajar dari rumah. (Foto: greenqueen.com.hk)

Tayangan Program Berlajar dari Rumah Tuai Polemik

Minggu, 21 Juni 2020 | 21:32 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Kebijakan Mendikbud Nadiem Makariem menggandeng Netflix dalam tayangan program belajar dari rumah menuai polemik. Sebab, hal itu dinilai tidak memiliki keberpihakan pada industri dalam negeri.

Berbagai pihak menyoroti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang malah menggandeng pihak asing untuk urusan edukasi. "Saya berharap rasa  keberpihakan ini harus kita munculkan," kata Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)  Pusat Yuliandre Darwis, Jakarta, Sabtu (20/6/2020). 

Dia mengatakan, pemerintah seharusnya bisa menggunakan aset dalam negeri. Sebab, bila kerja sama tersebut bertujuan mengedukasi, sebenarnya Indonesia memiliki anak-anak bangsa yang karyanya tak kalah bagus dengan produk impor. Terlebih, tujuan akhirnya juga bermuara pada menumbuhkan industri domestik, sehingga hal itu patut mendapatkan dukungan dari pemerintah. 

"Ketika masuk ke dunia over the top atau media internet ini, saya pikir memang ada opsi-opsi yang harus dipahami secara baik, khususnya menggunakan industri dalam negeri," kata Yuliandre.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Muhammad Iqbal menilai, keputusan Kemendikbud tersebut sangat janggal. Dia tidak sependapat dengan keputusan menggandeng perusahaan digital asing, Netflix.

Menurut dia, kehadiran Netflix di Tanah Air sejak awal sampai saat ini belum ada kontribusinya ke negara. Hal senada diungkapkan Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda.  Dia menilai film dokumenter yang diputar melalui TVRI itu dinilai tidak akan memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas anak bangsa. 

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan, langkah Kemdikbud merangkul Netflix tidak menyelesaikan persoalan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Jika ingin aman dan produktif, semestinya dilihat dari apa kebutuhan mendasar siswa.

“Yang dibutuhkan siswa dan guru selama pembelajaran jarak jauh adalah listrik dan internet gratis,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim. 

Pada kesempatan lain, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan, Kemendikbud telah menyeret sektor pendidikan di Tanah Air menjadi sektor komersial dan propasar. 

Sebagaimana diketahui, Kemendikbud mengumumkan menghadirkan film dokumenter Netflix yang ditayangkan melalui program Belajar dari Rumah (BDR) di melalui TVRI mulai 20 Juni 2020. Upaya itu dilakukan Kemendikbud untuk memastikan agar dalam masa yang sulit ini masyarakat terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelajaran dari rumah, salah satunya melalui media televisi dengan jangkauan terluas di Indonesia. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN