Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro

Menristek Beri Dana Hibah Penelitian Rp 623 Miliar PTN Non BH

Kamis, 18 Februari 2021 | 13:55 WIB
Natasia Christy Wahyuni (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro meluncurkan dana hibah penelitian senilai Rp 623 miliar untuk Perguruan Tinggi Negeri non Badan Hukum (PTN non BH). Alokasi dana mencakup penelitian terapan, penelitian dasar, dan peningkatan kapasitas riset.

“Dana ini tersebar di seluruh Indonesia, memang Pulau Jawa paling besar, tapi menjangkau juga Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara,” kata Bambang saat pengumuman pendanaan penelitian untuk PTN non BH dan tematik yang digelar secara virtual, Kamis (18/02/2021).

Pada Selasa (16/02/2021), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) juga sudah menggelontorkan dana hibah penelitian Rp 400 miliar untuk 12 PTN BH. Dana penelitian untuk PTN BH maupun PTN non BH berasal Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Tahun 2021 sebesar Rp 1,09 triliun.

Bambang merinci 10 PTN non BH penerima dana penelitian terbesar adalah Universitas Brawijaya (Rp 11,9 miliar), Universitas Andalas (Rp10,8 miliar), Universitas Negeri Makassar (Rp 10,4 miliar), Universitas Syiah Kuala (Rp 9,8 miliar), Universitas Bina Nusantara (Rp 9,4 miliar), Universitas Negeri Malang (Rp 9 miliar), Universitas Riau (Rp 8,9 miliar), Universitas Negeri Semarang (Rp 8,6 miliar), dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Rp 8,2 miliar).

“Pendanaan tersebut digunakan untuk mendanai penelitian tahun 2020 yang ditunda ke tahun 2021, penelitian lanjutan multi tahun, dan penelitian baru di tahun 2021,” kata Bambang.

Bambang mengatakan arah kebijakan riset 2021 ditujukan kepada Prioritas Riset Nasional (PRN), riset dan inovoasi untuk percepatan penanggulangan Covid-19, bakti inovasi, dan dukungan manajemen. Khusus PRN, Bambang mengatakan riset diarahkan sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional melalui hilirisasi hasil penelitian teknologi tepat guna, mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, komersialisasi dan peningkatan nilai tambah hasil penelitian, serta frontier teknologi.

Sementara itu, Plt Diputi Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati mengatakan penelitian yang bersumber pada BOPTN tahun 2021 diarahkan kepada sembilan bidang fokus PRN yaitu pangan dan pertanian, energi, kesehatan obat, transportasi, produk rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora, serta multidisiplin dan lintas sektor.

“Sembilan fokus riset tersebut diharapkan dapat mendukung rencana yang ditargetkan PRN untuk menghasilkan 49 produk riset dan inovasi yang dibuat dalam 80 tema dan 416 topik,” kata Dimyati.

Dia menambahkan mekanisme penetapan hibah penelitian sudah dilakukan secara ketat dengan pemeriksaan proposal oleh tim review bersertifikat, Kemristek, Badan Standarisasi Nasional, dan lembaga profesi tingkat internasional. Semua proposal telah melalui Sistem Informasi Penelitian dan dan Pengabdian kepada Masyarakat (Simlitabmas).

“Ini sistem manajemen yang sangat sarat dengan kriteria untuk menampik plagiarisme, sehingga prosesnya betul-betul menjaga agar bebas plagiarisme,” kata Dimyati.

Penelitian PTN non BH pada 2021 diharapkan bisa menghasilkan riset untuk 43 kebijakan atau draf naskah kebijakan, 218 prototipe/prototipe laik industri, 5.301 artikel internasional dan nasional, 235 buku/bab buku, 330 dokumen feasibility studi, hasil uji coba, hasil uji laik industri, 315 artikel konferensi, 433 paten, dan 162 kekayaan intelektual..

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN