Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menpora Zainudin Amali. Sumber: BSTV

Menpora Zainudin Amali. Sumber: BSTV

Bidik 10 Besar Olimpiade, Pemerintah Sempurnakan Grand Design Olahraga Nasional

Senin, 15 Maret 2021 | 16:12 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyempurnakan Desain Besar Olahraga Nasional atau Grand Design Olahraga Nasional. Kebijakan itu ditempuh menyusul bidding pemerintah sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 dan menempatkan posisi Indonesia sebagai 10 besar pada ajang pesta olahraga musim panas itu.

“Hari ini, saya diberi kesempatan untuk memaparkan Desain Besar Olahraga Nasional di hadapan Bapak Presiden. Pada intinya arahan Bapak Presiden, desain besar ini diterima. Tentu, ada tambahan di sana sini. Ada masukan dari beberapa menteri yang hadir. Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, itu semua dirumuskan lagi,” ujar Menpora saat memberikan keterangan pers usai rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/3/2021).

Menpora mengatakan, selama ini Indonesia belum memiliki desain untuk pembinaan prestasi olahraga nasional. Pada Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-37 tahun 2020, Presiden Jokowi telah memerintahkan untuk melakukan sejumlah hal, di antaranya meninjau total ekosistem pembinaan prestasi olahraga nasional, menggunakan big data, dan menjadikan sport science sebagai unsur utama dalam pembinaan olahraga nasional.

“Atas arahan Bapak Presiden dan perintah beliau ketika itu kepada saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, kami segera menyusun desain besar tentang olahraga nasional. Tentu, bekerja sama dengan stakeholder lainnya, dengan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), dengan Komite Olimpiade Indonesia, dan NPC (National Paralympic Committee), serta perguruan tinggi, para akademisi, para praktisi di bidang olahraga,” ujar dia.

Lebih jauh, Menpora memaparkan, Desain Besar Olahraga Nasional disusun dari hulu hingga hilir, yaitu sejak dari kebugaran masyarakat yang menjadi sumber potensi talenta untuk atlet-atlet nasional. Kemenpora juga merencanakan membuat 10 sentra pemusatan latihan di beberapa daerah yang sesuaikan dengan potensi yang ada.

“Yang paling mendasar adalah potensi talenta ketika di sekolah dasar. Tadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan respons yang sangat luar biasa positif, beliau akan melakukan tugasnya sesuai dengan apa yang ada dalam desain besar ini,” kata dia.

Menpora menambahkan, sentra pemusatan latihan ini akan berisi talenta berpotensi yang sudah terseleksi sejak dini. Selanjutnya pada usia SMA talenta muda tersebut akan ditempatkan pada Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang dimiliki Kemenpora. Juga sedang dipertimbangkan untuk menjadikan Hambalang sebagai sentra pemusatan latihan bagi atlet senior dan atlet yang sudah siap untuk bertanding.

“Ini adalah rangkaian panjang. Sebab untuk sebuah prestasi, menurut para pakar, minimal dibutuhkan waktu 10 tahun atau kira-kira 10.000 jam untuk bisa menuju prestasi,” ujarnya.

 

Target Jangka Panjang

Menurut Menpora, target jangka panjang Desain Besar Olahraga Nasional adalah hingga tahun 2045, tetapi juga tercantum target jangka pendek dan menengah untuk Olimpiade tahun 2024 di Paris, Prancis, Olimpiade tahun 2028 di Los Angeles (Amerika Serikat), dan Olimpiade tahun 2032, di mana Indonesia mengikuti bidding untuk menjadi tuan rumah.

“Kita tentu tidak hanya ingin menjadi tuan rumah tetapi prestasi juga kita harus torehkan. Oleh karena itu, dalam desain besar atau grand design ini kami menargetkan untuk 2032 itu kita berada pada posisi 10 besar, baik untuk Olimpiade dan tentu untuk Paralimpiade atau atlet-atlet disabilitas kita itu juga pada ranking yang tidak terlalu jauh,” katanya.

Menpora mengharapkan dukungan dari semua pihak terkait Desain Besar Olahraga Nasional ini.

“Ini butuh dukungan. Dukungan pendanaan, dukungan infrastruktur, hubungan kerja sama antara kementerian dan lembaga, BUMN, perusahaan swasta, serta yang paling penting adalah dukungan dari daerah,” ujarnya.

Ditambahkan, desain besar ini adalah suatu perencanaan jangka panjang dan terstruktur untuk prestasi olahraga nasional.

“Desain besar ini akan kita dorong karena ini adalah suatu perencanaan tentang prestasi olahraga kita yang jangka panjang dan terdesain dengan bagus. Tidak ada prestasi yang kita dapatkan secara by accident, prestasi harus kita dapatkan by design,” kata Menpora.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN