Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Menkes Ajak Lansia Vaksinasi Covid-19 karena Risiko Kematiannya Tinggi

Rabu, 19 Mei 2021 | 18:07 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Dalam upaya meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 bagi lansia di Jawa Barat, Kementerian Kesehatan (Kemkes) bersama pemerintah daerah (Pemda) Jawa Barat (Jabar) menyelenggarakan gebyar vaksinasi bagi lansia.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyebut cakupan vaksinasi Covid-19 bagi lansia di Jabar baru mencapai 8%, sehingga  risiko tinggi dan yang meninggal juga bisa tinggi.

"Jadi tolong dengan adanya program ini (Gebyar Vaksinasi, red) yuk kita lebih agresif vaksinasi lansia. Mereka adalah orang-orang yang harus kita lindungi," kata Menkes  saat menghadiri Launching Gebyar Vaksinasi di RSUD Otista Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (18/5/2021).

Berdasarkan siaran pers diterima Beritasatu.com (19/5/2021), Budi meminta kepada Pemda Jabar untuk membantu meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 bagi lansia secara nasional, terutama di bulan Juli sampai Desember 2021. Pasalnya, jumlah vaksin secara keseluruhan yang tersedia 3 kali lipat lebih dari yang tersedia sekarang.

''Sekarang kalau kita bisa memvaksin 500 ribu per hari kita Juni sampai Desember harus 1,5 juta per hari,'' ucap Menkes.

Untuk mencapai angka tersebut, cakupan vaksinasi lansia di Jabar diperkiraan harus mencapai 230 ribu lansia per hari. Kondisinya saat ini cakupan di Jabar paling tinggi sebanyak 80 ribu per hari.

Oleh karena itu, Menkes menyebutkan, peningkatan cakupan vaksinasi lansia harus disegerakan, lantaran probabilitas lansia tertular SARS-CoV-2 dan masuk rumah sakit sebesar 60 kali lebih tinggi dibandingkan orang di bawah usia lanjut.

Sebagaimana diketahui, Gebyar Vaksinasi digelar di RSUD Otista Soreang Kabupaten Bandung selama 13 hari mulai dari tanggal 17 hingga 29 Mei 2021. Target per hari sebanyak 1.000 lansia se Kabupaten Bandung yang harus divaksinasi.

Lansia yang akan divaksinasi dijemput dengan menggunakan bus hasil kerja sama pemerintah Kabupaten Bandung dengan Traveloka.

Pada kesempatan sama, Co Founder Traveloka Albert mengatakan, kerja sama ini merupakan kehormatan bagi Traveloka mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan Gebyar Vaksinasi Lansia di Kabupaten Bandung, yang digelar oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Pemprov Jawa Barat.

Ia menilai  program vaksinasi nasional ini menjadi tanggung jawab bersama dan Traveloka berkomitmen untuk selalu berperan aktif dalam memastikan kelancaran dan kesuksesan program tersebut.

''Kami sadar bahwa vaksinasi kelompok lansia merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga Traveloka berharap dukungan kami di Kabupaten Bandung ini dapat membantu pemerintah dalam mencapai terbentuknya herd immunity dan pemulihan ekonomi nasional,'' katanya.

Adapun vaksinasi tahap kedua dengan sasaran pelayan publik dan lansia telah dilaksanakan sejak Februari 2021 dan ditargetkan selesai Juni 2021. Dibandingkan dengan sasaran pelayan publik, capaian vaksinasi pada Lansia berdasarkan update 16 Mei 2021 pukul 12.00 WIB masih sangat rendah untuk rata-rata tingkat nasional dosis 1 sebesar 12.95% dan dosis 2 sebesar 8.50%. Adapun sasaran lansia yang divaksinasi adalah 21,5 juta orang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN