Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah). . Foto:  Joanito De Saojoao

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah). . Foto: Joanito De Saojoao

Golkar: Popularitas dan Elektabilitas Airlangga Hartarto Meningkat

Minggu, 23 Mei 2021 | 22:44 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id   – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto masih memiliki potensi untuk maju sebagai calon presiden (Capres) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Karena berdasarkan hasil survei beberapa lembaga survei, tingkat popularitas dan elektabilitas Airlangga Hartarto lambat laun semakin naik.

“Airlangga Hartarto, popularitas dan elektabilitasnya lambat laun naik terus. Padahal partai belum betul-betul bekerja keras dan Airlangga belum mendeklarasikan dirinya sebagai capres,” kata Ketua DPP Golkar Zulfikar Arse Sadikin dalam acara Penyampaian Hasil Survei Nasional Lembaga Riset Puspoll Indonesia bertema Menakar Peluang Capres 2024 dan Tantangan Poros Partai Islam di Jakarta, Minggu (23/5/2021).

Alasan Golkar belum mendeklarasikan capres, lanjut Zulfikar, karena partainya, termasuk Airlangga Hartarto ingin fokus menghadirkan karya dan prestasi terlebih dahulu untuk masyarakat dan bangsa, baik melalui jabatannya di dalam partai maupun di luar partai.

“Kalau memang punya karya, punya prestasi dan pantas, maka patutlah dia (Airlangga) hadir,” ujar Zulfikar Arse Sadikin.

Peluang lain yang dimiliki Airlangga sebagai capres 2024, menurut Zulfikar, karena masyarakat menginginkan pemimpin dengan wajah baru. Bila dicermati hasil survei dari Puspoll Indonesia, memang Prabowo Subianto yang berada di peringkat pertama untuk popularitas dan elektabilitas.

“Tapi sebenarnya, kalau dijumlah, ternyata lebih banyak yang tidak menghendaki Prabowo Subianto. Yang tidak menghendaki beliau kan terpolarisasi ke Anies dan Ganjar. Itu menunjukkan masyarakat ingin wajah baru,” terang Zulfikar Arse Sadikin.

Jika dikaitkan dengan partai, Airlangga Hartarto saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Sehingga ia punya peluang maju ke Pilpres 2024 sebagai wajah baru.

“Selain wajah baru, Puspoll juga mengatakan yang mengusulkan partai. Nah Airlangga mempunyai partai. Perolehan suara atau kursi partai Golkar tinggal sedikit lagi, maksimal dua partai lagi sudah cukup,” papar Zulfikar Arse Sadikin.

Sedangkan mengenai koalisi poros partai Islam, Zulfikar menyatakan lebih baik koalisi itu tidak dibentuk berdasarkan seluruhnya partai Islam. Ia lebih menginginkan koalisi yang terbentuk justru dalam wadah aliansi merah putih.

“Sebenarnya Indonesia itu secara umum isinya merah putih. Kalau merah putih dijahit, maka menggambarkan harus terjadi kerja sama, sinergi bahkan kolaborasi antara merah dan putih. Tidak bisa dipisahkan. Karena memang isinya Indonesia ya itu,” tukas Zulfikar Arse Sadikin.

Sehingga, kalau memang ingin sesuai dengan kehendak publik dalam berpolitik, maka partai harus mengedepankan simbol merah putih. Jadi perlu ada aliansi merah putih.

“Merah putihnya seperti apa? Ya nasionalis radikal bisa kerja sama atau kolaborasi dengan Islam tradisionalis. Lalu nasionalis moderat kolaborasi dengan Islam modern. Kemudian sosialis bisa swing mau kemana. Sehingga kedepannya, gaya pemerintahan kita bisa enak membacanya,” tutur Zulfikar Arse Sadikin.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN