Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siswa Siswi Sekolah Dasar kelas 5 menjalani ujian Penilaian Akhir Tahun secara tatap muka dengan mengunakan gawai di Sekolah Dasar Negeri 07 Pagi Malaka Jaya, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Siswa Siswi Sekolah Dasar kelas 5 menjalani ujian Penilaian Akhir Tahun secara tatap muka dengan mengunakan gawai di Sekolah Dasar Negeri 07 Pagi Malaka Jaya, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Kasus Covid-19 Melonjak di Jakarta, Anies Minta Uji Coba PTM di Sekolah Tetap Berjalan

Senin, 14 Juni 2021 | 08:53 WIB
Oleh Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meskipun, DKI Jakarta berada dalam situasi fase genting Covid-19 karena kasus Covid-19 melonjak secara signifikan.

“Pembukaan sekolah itu jauh, sekarang yang masih ada berjalan uji coba (PTM) jalan terus,” ujar Anies di acara Apel Patroli Skala Besar Gabungan di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/6/2021).

Yang terpenting, kata Anies, harus memastikan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan baik oleh guru dan peserta didik. Penerapan protokol kesehatan ini juga berlaku bagi semua kalangan pada semua kegiatan.

“Kita bertanggung jawab atas kondisi yang sekarang sedang kita hadapi. Cara bertanggung jawab adalaha dengan menjalakam seluruh prokes. Jam operasi ditaati, jumlah keterisian orang ditaati, demikian penggunaan masker ditaati,” tandas Anies.

Sebelumnya, Anies mengatakan kondisi Ibu Kota belakangan ini mengkhawatirkan. Pasalnya, terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 yang signifikan bahkan dalam seminggu terakhir mengalami kenaikan sebesar 50%.

"Beberapa hari ini kondisi di Jakarta amat mengkhawatirkan. Data menunjukkan 6 Juni angka kasus naik 7 ribuan. Kasus aktif naik 11.500 jadi 17.400, naik 50% dalam satu minggu," kata Anies.

Situasi mengkhawatirkan itu juga, kata Anies, tampak dari positivity rate yang mengalami kenaikan dari 9%, menjadi 17% dalam seminggu. Bahkan dalam empat hari terakhir pertambahan kasus baru berturut 2.000 kasus pada 10 Juni, 2.300 kasus pada 11 Juni, 2.400 kasus pada 12 Juni, dan 2.700 kasus pada Minggu 13 Juni.

Padahal, rata-rata kemampuan testing DKI Jakarta sudah ditingkatkan 8 kali lipat dari standar WHO pada pekan ini, dibandingkan pekan-pekan sebelum yang hanya 4 kali standar WHO.

"Pekan ini ditingkatkan 8 kali lipat tapi tetap positivity ratenya tinggi. Ini menunjukkan di luar sana ada peningkatan kasus yang amat signifikan,” tandas Anies.

Selain itu Anies juga menuturkan tingkat keterisian tempat tidur isolasi di 106 Rumah Sakit rujukan Covid-19 sudah mencapai 75%, dari pekan sebelumnya yang berada di angka 45%. Meskipun demikian, kata Anies, 27% dari pasien isolasi Covid-19 berasal dari luar Jakarta. Hal ini berarti 1 dari 4 pasien yang menempati tempat tidur isolasi di Rumah Sakit Jakarta ber-KTP non-DKI Jakarta.

“Jadi 1 dari 4 pasien yang ada di Jakarta adalah warga luar Jakarta. Kita memperlakukan sama, tidak membedakan. Tapi kita berharap agar seluruh wilayah Jakarta maupun tetangga Jakarta ambil sikap yang sama,” imbuh dia.

Anies tidak merinci secara detail kapasitas tempat tidur isolasi saat ini dan jumlah yang sudah terpakai. Begitu juga dengan okupansi tempat tidur tidur ICU tidak dijelaskan Anies. Jika merujuk pada jumlah kasus positif aktif dan jumlah pasien yang dirawat, maka bisa dipastikan angka okupansi tempat tidur ICU juga mengalami peningkatan.

Dengan kondisi tersebut, Anies pun mengingatkan warga Jakarta bahwa saat ini Ibu Kota sudah memasuki fase yang genting. Karena itu, kata dia, perlu mengambil tindakan agar tidak menimbulkan kesulitan fasilitas kesehatan.

“Jakarta memasuki fase yang amat genting. Bila kita tidak melakukan tindakan, maka kita berpotensi menghadapi kesulitan karena fasilitas kesehatan mungkin akan menghadapi jumlah yang tak terkendali apabila pasien, jumlah orang yang ditangani, menimgkat secara drastis,” pungkas Anies.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI sudah memulai uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di 226 sekolah pada Rabu, 9 Juni lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 143 sekolah merupakan sekolah baru yang lolos melakukan asesmen dan pelatihan pada 24 Mei hingga 7 Juni 2021. Ke-143 sekolah tersebut terdiri dari MI satu sekolah, SMP 14 sekolah, MTS tiga sekolah, SMA 11 sekolah, MA satu sekolah, SMK 33 sekolah, dan LKP empat sekolah.

Sementara 83 sekolah lain merupakan sekolah yang sebelumnya sudah pernah mengikuti piloting sekolah tatap muka secara terbatas pada 7-29 April 2021 lalu. Sementara PTM kali ini akan berlangsung hingga 29 Juni mendatang.

Dalam PTM ini terdapat sejumlah protokol kesehatan yang sudah diatur, yakni jumlah hari tatap muka terbatas adalah satu hari dalam satu minggu untuk satu jenjang kelas, jumlah peserta didik yang terbatas dengan maksimal 50% dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antarsiswa, durasi belajar yang terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari, materi pembelajaran yang terbatas, yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka, satuan pendidikan yang telah mengikuti pelatihan pembelajaran campuran (blended learning) serta pendidik dan tenaga kependidikan telah dilakukan vaksinasi. Setiap siswa yang mau ikut PTM, harus mendapat izin penuh dari orang tua.

Editor : Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN