Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas memakamkan jenasah pasien Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Minggu (20/6/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Petugas memakamkan jenasah pasien Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Minggu (20/6/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

IDI dan Perhimpunan 5 Profesi Dokter Serukan PSBB Ketat

Minggu, 27 Juni 2021 | 20:15 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Kasus Covid -19 semakin meningkat tajam, tercatat per 17 Juni 2021 sebanyak 12.624 kasus dan menjadi di atas 20 ribu kasus pada tanggal 26 Juni 2021. Jika dibandingkan dengan data 15 Mei 2021, terjadi peningkatan kasus pada tanggal 17 Juni 2021 sekitar lebih dari 500%, diikuti dengan peningkatan kasus kematian berkaitan dengan Covid -19. Bed occupation rate (BOR) untuk ruang isolasi dan ICU di atas 90%.

Setidaknya lebih dari 24 kabupaten/kota melaporkan keterisian ruang isolasinya di atas 90%. BOR untuk ICU dari berbagai RS mendekati  bahkan ada yang melebihi angka 100%.

Terjadi penumpukan pasien dan antrian panjang di banyak Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS terutama di kota-kota besar. Bahkan banyak pasien yang meninggal saat tiba di IGD. Kondisi semakin memprihatikan dengan bertambahnya kasus pada dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya terkonfirmasi positif Covid -19, sehingga perlu menjalani perawatan atau isolasi mandiri. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan tenaga untuk melakukan  pelayanan, keterbasaan fasilitas dan SDM yang menyebabkan RS kolaps.

Sudah terdapat varian baru Covid -19 di berbagai kota di Indonesia. Varian baru tersebut terutama varian Delta memiliki karakteristik yang lebih mudah menyebar, menyerang segala usia tanpa perlu ada komorbid, lebih memperberat gejala, lebih meningkatkan kematian dan menurunkan efektivitas vaksin.

"Kami tidak ingin Sistem Kesehatan Indonesia menjadi kolaps," kata dr Adib Khumaidi SpOT - Ketua Tim Mitigasi Dokter PB IDI sela virtual konferensi pers, Minggu (27/6).

vVrtual konferensi pers IDI dan Perhimpunan 5 Profesi Dokter , Minggu (27/6).
vVrtual konferensi pers IDI dan Perhimpunan 5 Profesi Dokter , Minggu (27/6).

Tim Mitigasi PB IDI dan Perhimpunan dokter-dokter spesialis yang terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (Perki), mendorong dan merekomendasikan:

Pertama. Agar pemerintah pusat memberlakukan PSBB ketat serentak terutama di Pulau Jawa minimal 2 minggu.

Kedua, Agar pemerintah atau pihak yang berwenang memastikan implementasi serta penerapan PSBB yang maksimal.

Ketiga, Agar pemerintah atau pihak yang berwenang melakukan percepatan dan memastikan vaksinasi untuk semua target populasi  termasuk untuk anak dan remaja dan tercapai sesuai target, bila mungkin vaksinasi >2 juta perhari, perluas tempat pelayanan vaksinasi.

Keempat, Melakukan Tracing dan Testing yang masif agar kasus ditemukan sedini mungkin, termasuk untuk anak dan remaja. Angka positivity rate dan jumlah tracing per 1000 orang per minggu sesuai dengan standar WHO dijadikan kinerja setiap Kepala Daerah.

Kelima, Agar masyarakat termasuk anak-anak selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berpergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan lainnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Dr dr.Agus Dwi Susanto SpP(K) FISR FAPSR - Ketua PDPI, Dr dr Sally Aman Nasution SpPD K-KV FINASIM FACP - Ketua Papdi, Prof Dr dr Aman Bhakti Pulungan SpA(K) FAAP FRCPI(Hon) - Ketua IDAI, Prof Dr dr Syafri K Arif SpAn KIC KAKV - Ketua  Perdatin, Dr dr Isman Firdaus SpJP(K) FIHA, FAsCC FAPSIC FESC FSCA – Ketua Perki.

Data yang dihimpun oleh Tim Mitigasi IDI berdasarkan laporan masing-masing organisasi profesi: Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia, dari Maret 2020 hingga 26 Juni 2021, terdapat 949 tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid. Para tenaga kesehatan tersebut terdiri dari 401 dokter (umum dan spesialis), 43 dokter gigi, 315 perawat, 150 bidan, 15 apoteker, dan 25 tenaga laboratorium medik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN