Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Kemkes: Varian Delta Picu Tingginya Laju Penularan Kasus Covid-19

Rabu, 7 Juli 2021 | 17:14 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan peningkatan kasus akif harian yang sangat tinggi saat ini apabila dibanding situasi pada Desember dan Januari 2021 dipicu oleh dominasi varian Delta.

Nadia menyebutkan, dari hasil pemeriksaan World Health Organization (WHO)  per Rabu (7/7/2021) terdapat  553 varian  setelah diperiksa  baik itu varian of concern (VoC)  yakni Beta, Alpha, Gamma, dan Delta maupun variant of interest (VoI).

“Kita melihat sampai saat ini dari 553 kasus  pemeriksaan WGS ini 436 itu adalah varian Delta. Varian Delta ini penularan sangat cepat kalau dibandingkan dengan  virus varian yang awal dari Wuhan hanya 2,5 atau 3 kali  penularannya, tapi  kalau dibandingkan dengan varian Delta ini  bisa 5 sampai 8 kali,” paparnya.

Oleh karena itu, Nadia mengimbau semua pihak untuk menjadikan situasi ini kewaspadaan dan perhatian bersama. Salah satunya, masyarakat diminta untuk mematuhi kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat maupun mikro.

Dikatakan Nadia, penerapan PPKM darurat ini  sisi hulunya memegang  peran penting harus mampu memutus rantai penularan  dari sisi hulu. Hal ini untuk memberikan kesempatan  kepada orang yang sudah terinfeksi  dan butuh pelayanan  dengan kondisi yang  berat ataupun kritis  itu betul-betul maksimal bisa terlayani.

“Apa yang terjadi sekarang  jumlah kasus yang sangat besar tidak memberikan kesempatan kepada fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga  kesehatan  untuk bisa menangani secara optimal. Karena begitu besar beban saat ini harus mereka kerjakan,” ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN