Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 1 miliar ke petani di Kabupaten Serang, Banten, Selasa 27 Juli 2021. (Foto: Dok. Kemtan)

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 1 miliar ke petani di Kabupaten Serang, Banten, Selasa 27 Juli 2021. (Foto: Dok. Kemtan)

Kemtan Pastikan Penyerapan KUR Pertanian Berjalan Baik

Kamis, 5 Agustus 2021 | 16:26 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pertanian (Kemtan) memastikan bahwa serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian terus berjalan dengan baik.

Bahkan, dari total plafon KUR senilai Rp 70 triliun yang ada, Rp 44,5 triliun atau 63,6% di antaranya sudah terealisasikan dengan baik.

"Hal ini menunjukan bahwa KUR pertanian sangat diminati dan terbukti membantu petani baik dari hulu sampai hilir," ujar Dirken PSP Kemtan, Ali Jamil dalam webinar bertajuk "KUR Pertanian 70 T Uang Siapa?", Kamis (5/8).

Ali mengatakan, perguliran KUR pertanian di seluruh daerah harus terus didorong sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas produktivitas, kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, khususnya di masa pandemi Covid-19.

"Namun perlu diingat bahwa KUR ini bukan dana APBN, di mana pemerintah hanya memberikan subsidi bunga KUR sebesar 6 persen per tahun. Oleh karena itu, setiap debitur yang mendapatkan pinjaman wajib untuk mengembalikan," katanya.

Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Menko Perekonomian Gede Edy Prasetya, mengatakan bahwa serapan KUR dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Karena itu, Gede menargetkan, ke depan, serapan KUR pertanian mampu mencapai Rp 1 triliun dalam satu hari.

"Kami memiliki target 1 triliun 1 hari. Jadi kalau bisa di-gaspol, maka hasilnya akan lebih bagus. Mudah-mudahan dengan kesempatan yang dibuka lebih luas ini, bapak dan ibu para petani bisa mendapatkan kredit KUR untuk hasil yang lebih maksimal," katanya.

Menurut Gede, program KUR adalah bentuk kehadiran negara terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani Indonesia. Apalagi, tahun ini pemerintah memutuskan suku bunga yang dibebankan tidak lebih dari 3%.

"Dengan begitu, kita berharap cita-cita dalam membuat korporasi petani bisa dilakukan dengan baik. Apalagi terkait pertanian yang sangat bagus perkembangannya. Dengan KUR rakyat menjadi makmur," katanya.

Direktur Pembiyaan Pertanian Kemtan Indah Megahwati mengatakan bahwa pelaksaan perkreditan KUR sejauh ini sudah dibagi menjadi beberapa klaster. Di antaranya klaster padi, jagu, hortikultura, peternakan dan tanaman pangan.

"Jadi kami infokan bahwa KUR kami ini sistemnya sudah klaster, di mana ada klaster tanaman pangan, padi, jagung dll. Dengan KUR kita akan memiliki keuntungan yang berlipat. Misalnya ambil KUR 10 juta 4 bulan kemudian bisa 40 juta dan tidak ada kredit macet karena kita ada offtaker," katanya.

Sementara itu, Assistant Vice President Micro Sales Management Division PT Bank Rakyat Indonesia, Asep Nugraha Sukma menambahkan bahwa kredit usaha rakyat akan diberikan kepada masyarakat yang memiliki usaha produktif dan layak dalam mengajukan pinjaman.

"Intinya adalah debitur yang bisa kita biayai adalah mereka yang belum memiliki kesempatan menikmati layanan KUR," tutupnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN