Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi korupsi: IST

Ilustrasi korupsi: IST

FAHRI HAMZAH:

Biaya Politik Indonesia Mahal, Awal Mula Korupsi

Minggu, 5 September 2021 | 10:46 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, biaya politik di Indonesia saat ini mahal. Dan ini menjadi sumber permasalahan.

Menurutnya, biaya politik yang harus dikeluarkan dalam pemilihan presiden, legislatif, maupun pilkada selama ini, sangat mahal. Dan telah menjadi bumerang. Itulah yang melahirkan praktik-praktik korup yang dilakukan oleh para politisi atau pejabat yang terpilih.

Di satu sisi, tak ada jaminan kualitas dan kapabilitas politisi atau calon pejabat. Sebab semuanya ditentukan besar tidaknya dana yang dimiliki dan dikeluarkan. Plus ketika terpilih, yang dipikirkan adalah bagaimana mengembalikan biaya politik yang telah dikeluarkan.

Bagi Fahri, tesisnya itu terbukti karena hampir tidak ada klaster politik yang tidak ditangkap aparat penegakan hukum. Baik oleh Kejaksaan Agung ataupun KPK.

"Baru-baru ini yang ramai ada seorang Anggota DPR dengan bupati, yang merupakan istrinya ditangkap," kata Fahri Hamzah dalam keterangannya, Minggu (5/9/2021).

Menurutnya, negara yang beres sistem politiknya harus bebas korupsi. Maka sistem politiknya harus ditata dan dikelola dengan baik, termasuk soal pembiayaan politiknya.

"Saya juga tidak mau, kalau caleg dibiayai partai, karena kalau dia bersalah, partai politik akan mengambil kepemilikannya," ujar Fahri.

Fahri mengaku topik itu dibahasnya juga dalam acara 'RUMPI' dengan 'tema Cost Politik Mahal, Bisakah Disiasati? yang disiarkan live streaming YouTube Gelora TV.

Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Indonesia Ratih Sanggarwati mengatakan, praktik-praktik pembiayaan politik yang mahal selama ini tidak mencerdaskan masyarakat dan hanya menyuburkan perilaku korupsi

"Serangan Fajar dan Wani Piro harus dihindar, karena selain melanggar aturan yang ada praktik-praktik ini sangat tidak mencerdaskan masyarakat kita. Dana yang disiapkan itu digunakan berbagai alat peraga kampanye, atau untuk membuat iklan di media massa jika diperlukan. Kita perlu mengedukasi masyarakat," kata Ratih.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN