Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Varian Mu Belum Ditemukan di Indonesia, Satgas  Perketat Kebijakan Karantina Nasional

Rabu, 8 September 2021 | 05:21 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing(WGS)  per 6 September  2021 menyebutkan  varian Mu atau B1621  tidak ditemukan di Indonesia.

Meski begitu, Wiku menyebutkan, pemerintah senantiasa berupaya  mencegah masuknya varian  baru dari luar  Indonesia melalui pengetatan  kebijakan karantina  nasional melalui entry test  dan  exit test serta persyaratan  vaksin.

“Pemerintah juga berusaha  mencegah munculnya varian baru di  dalam negeri  melalui strategi vaksinasi  serta berbagai  kebijakan menyeluruh  yang mampu menekan  kasus,”  ujar Wiku pada konferensi pers virtual tentang “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia” Selasa (7/9/2021).

Wiku menyebutkan, upaya tersebut  hanya dapat berhasil  jika dibarengi dengan peran aktif masyarakat  yang tetap mempertahankan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak)  dan vaksinasi.

Selanjutnya, Wiku menuturkan, varian Mu merupakan  pertama kali  ditemukan di Kolombia  pada Januari 2021 lalu.  Kemudian World Health Organization (WHO) menetapkan varian Mu  status variant of interest (VoI)  atau yang diamati pada 30 Agustus 2021.

“Varian masuk dalam kategori  VoI  merupakan varian  mengalami perubahan  pada susunan  genetiknya.  Perubahan ini diprediksi dapat  mempengaruhi karakteristik  virus. Dengan demikian  indikasi karakteristik Mu seperti  lebih ganas dibanding varian Delta  atau dapat menghindari  kekebalan tubuh  masih berupa perkiraan  dan masih terus diteliti lebih dalam,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN