Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Marves Luhut B Pandjaitan. Sumber: BSTV

Menko Marves Luhut B Pandjaitan. Sumber: BSTV

Kasus Covid-19 Membaik, Mengapa Pemerintah Tetap Waspada?

Senin, 27 September 2021 | 19:40 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id — Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, angka-angka indikator penanganan Covid-19 menunjukkan situasi pandemi di Indonesia terus membaik. Namun, hal itu tidak membuat pemerintah mengurangi kewaspadaan dan upaya dalam mengendalikan pandemi di Tanah Air.  

“Angka-angka ini membuat kita tidak boleh berpuas diri, tapi justru tambah hati-hati,” ujar Luhut saat memberikan keterangan pers usai rapat tentang Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta, Senin (27/9/2021).

Luhut mengungkapkan, kasus konfirmasi nasional turun 96,9% dari puncak konfirmasi kasus pada 15 Juli 2021. Angka kasus harian pada 26 September 2021 tercatat 1.760 kasus, lebih rendah dari angka 24 Juli 2020 sebanyak 1.761 kasus.

Sejalan dengan penurunan kasus konfirmasi, menurut Luhut, kasus aktif nasional juga terus menurun. Kasus aktif nasional pada 26 September 2021 tercatat 42.769 kasus, lebih rendah dari angka 2 September 2020 yang mencapai 43.059 kasus. Kasus aktif nasional turun 92,6% dari puncak kasus aktif pada 24 Juli 2021.

Selanjutnya, kata Menko Marves, tingkat reproduksi efektif (Rt) juga terus menurun, bahkan di sejumlah wilayah sudah di bawah satu (<1) yang dapat diartikan laju penularan Covid-19 telah terkendali. “Jawa itu (Rt-nya) sudah 0,95, Sumatera 0,98, Bali masih 1,01, jadi sedikit lagi akan turun (di bawah 1),” tutur dia.

Luhut menambahkan, Rt di Papua dan Maluku adalah 1,02, kemudian Nusa Tenggara 1,01, dan Sulawesi 1, serta Kalimantan 0,98.

Pada kesempatan itu, Luhut Pandjaitan mengingatkan adanya peningkatan mobilitas, terutama pada aktivitas ritel dan wisata, begitu pula mobilitas di tempat kerja. Ini harus segera ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan lonjakan kasus Covid-19.

“Pengaturannya kita sama-sama perhatikan, karena ini berbahaya kalau tidak ditangani dengan baik. Ini menjadi perhatian kita semua,” tegas Luhut.

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN