Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator bisa Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator bisa Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Pemerintah Terapkan Hubungan Resiprokal Akses Masuk 19 Negara

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:49 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah membuka akses masuk terhadap 19 negara. Namun hal ini dilakukan dengan asas resiprokal (timbal balik). Bila negara tersebut tidak memperbolehkan kedatangan warga negara Indonesia maka Indonesia juga akan menutup akses warga negara tersebut.

"Tapi bila mereka belum membuka ke kita, karena tadi kami sepakat resiprokal, maka tidak tertutup kemungkinan akan kita drop dari list  19 negara itu," ucap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers sesudah Rapat Terbatas pada Senin (18/10).

Luhut mengatakan penentuan 19 negara ini dilihat berdasarkan beberapa kriteria yaitu  jumlah kasus Covid -19 di negara tersebut dan tingkat positivity rate yang rendah berdasarkan standar WHO.

Dalam rapat terbatas Presiden Joko Widodo juga menekankan agar seluruh pihak terkait melakukan evaluasi mingguan guna memitigasi dampak buruk dari pembukaan pintu masuk terhadap 19 negara tersebut.

Sejak 14 Oktober 2021 pemerintah telah memberikan izin bagi wisatawan mancanegara  dari 19 negara untuk bisa melakukan penerbangan internasional ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri).

Sebelumnya dia mengatakan untuk memastikan tidak terjadinya peningkatan kasus di Bali pemerintah juga memperketat persyaratan mulai pre departure requirement hingga on arrivel requirement. Untuk  pre departure requirement ditetapkan beberapa hal yaitu pertama  turis dari negara dengan kasus konformasi level 1 dan 2 dengan positivity rate di bawah 5%. 

Kedua hasil negatif tes PCR dan sampel diambil maksimum 3x 24 jam sebelum jam keberangkatan. 

Ketiga bukti vaksinasi lengkap dengan dosis kedua dilakukan setidaknya 14 Hari sebelum keberangkatan dan ditulis dalam bahasa Inggris selain bahasa negara asal.

Sedangkan untuk  on arrival requirement turis diwajibkan untuk ditentukan mengisi e-hac via aplikasi PeduliLindungi, lalu turis harus melaksanakan tes RT PCR on arrival dengan biaya sendiri. Pelaku perjalanan dapat menunggu hasil tes RT PCR yang sudah direservasi. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN